Artikel · Potret Online

Menyulap Barang Bekas Menjadi Sumber Belajar

Penulis Syamsiah Ismail, M.Pd.
Juni 11, 2026
6 menit baca 42
be9c67b4-236f-4c4f-b39c-f95ab5b630d6
Foto / IlustrasiMenyulap Barang Bekas Menjadi Sumber Belajar

oleh, Syamsiah Ismail, M.Pd.

(Supervisor TK/SD Disdikbud Kota Lhokseumawe, Athor, Traveler)

Media Barang  Bekas 

Pembelajaran akan dapat terlaksana dengan baik, jika terpenuhinya berbagai komponen yang diperlukan dalam pembelajaran. Selain tersedianya bahan ajar yang memadai, pembelajaran akan sangat membutuhkan media belajar. 

Komponen ini berperan penting dalam proses ketersampaian pesan pembelajaran kepada siswa.

Banyak jenis dan ragam media pembelajaran yang dapat dipilih dan digunakan oleh guru. Hal tersebut untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. 

Tidak semua media pembelajaran yang dibutuhkan oleh guru tersedia di sekolah sesuai kebutuhan. Dalam materi-materi tertentu guru harus memodifikasi media-media yang ada untuk satu tujuan pembelajaran.

Dalam pembelajaran beberapa materi dapat dilakukan dengan menggunakan media barang bekas. Media ini merupakan bahan-bahan yang tidak difungsikan lagi sesuai dengan fungsinya dan dapat mendukung kegiatan belajar. 

Alat bantu pembelajaran ini berasal dari benda yang sudah tidak terpakai lagi. Lalu, dimanfaatkan guna mendukung proses pembelajaran. Barang bekas tersebut misalnya plastik kresek bekas belanja, kardus, botol mineral, kain perca, dan lain-lain.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KKBI) IV daring (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kemendikbud RI (online) makna yang terkandung dalam kata barang bekasadalah, “barang yang sudah dipakai; barang lama yang sudah dipakai.” 

Media barang bekas tersedia cukup banyak disekitar sekolah dan lingkungan tinggal guru/siswa.

Pengertian Belajar.

Kehidupan manusia dari lahir hingga menjadi manusia dewasa tidak lepas dari proses belajar. Sekecil apapun kemampuan yang dapat dilakukan oleh manusia diperoleh dari belajar. Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2002:2).

Moh. Uzer Usman seorang pakar pendidikan mengatakan, “seseorang setelah mengalami proses belajar, akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikapnya. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari ragu menjadi yakin, dari tidak sopan menjadi sopan. 

Kriteria keberhasilan dalam belajar di antaranya ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. (1995:5).”

Perubahan yang diharapkan adalah perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, kecakapan, kebiasaan maupun sikap mental. Untuk mengetahui seberapa jauh perubahan yang dilakukan setelah proses belajar tersebut perlu diadakan penelitian. 

Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran secara nyata mengenai hasil perubahan. Hasil perubahan tersebut biasanya disebut prestasi. 

Prinsip-Prinsip Belajar

Untuk melengkapi pengertian dan pemahaman mengenai makna belajar, perlu dikemukakan prinsip–prinsip yang berkaitan dengan belajar, yaitu prinsip belajar yang dapat dilaksanakan oleh siswa secara individual. Prinsip prinsip belajar menurut Slameto (2002:27-28).

a) berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar;

b) dalam belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat,  dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional;

c) belajar harus dapat menimbulkan  motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai  tujuan instruksional;

d) belajar perlu lingkungan yang menantang dimana anak dapat mengembangkan  kemampuannya, bereksplorasi, dan belajar lebih efektif;

e) belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannyasesuai hakikat belajar

f) belajar itu proses kontinyu, maka harus tahap demi tahap menurut perkembangannya;

g) belajar adalah proses organisasi, adaptasi, dan eksplorasi; h) belajar adalah proses kontinguitas (hubungan antar pengertian yang satu dengan pengertian yang lain). 

Sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan. Stimulus yang diberikan menimbulkan respon yang diharapkan; sesuai materi/bahan yang harus dipelajari;

i)  belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya;

j) belajar harus mengembangkan kemampuan sesuai dengan tujuan instuksional yang  harus dicapainya.

Syarat Keberhasilan Belajar

Syarat berhasilnya belajar dapat ditinjau beberapa aspek.

a) belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar dengan tenang;

b) repetisi proses belajar perlu ulangan berkali-kali agar pengertian keterampilan/sikap  itu mendalam pada siswa.

Lebih jauh Iskandar (2010:39) membagikan perhatian dan motivasi belajar menjadi beberapa bagian, antara lain.

a) merancang cara yang akan digunakan;

b) merancang penggunaan gaya bahasa yang sederhana, segar, komunikatif, tidak monoton, tidak membosankan, serta mudah dicerna;

c) merancang penciptaan suasana interaksi belajar mengajar yang luwes dan bershabat

Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin yaitu medius. Secara harfiah berarti “tengah, perantara, atau pengantar.” Dalam Bahasa Arab media adalah perantara atau pesan dari pengirim kepada penerima. Azhar Arsyad (2003:3). Lebih lanjut Azhar menyebutkan pengertian media lebih khusus dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Pemanfaatan Media Pembelajaran

Menurut Iskandar (2010:63) dalam pemanfaatan media belajar pada proses belajar perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

a) mengkaji bentuk-bentuk media pembelajaran;

b) mengkaji segenap hal terkait dengan penggunaan media pembelajaran;

c) merancang dan membahas penggunaan media pembelajaran;

d) mencari bantuan ahli;

e) menyusun rencana kerja

Guru wajib mengetahui, apakah suatu bahan ajar/materi pelajaran membutuhkan media atau tidak. Bantuan  media untuk mempermudah dan memperlancar penyerapan dalam pembelajaran. 

Untuk keperluan apa dan bagaimana memanfaatkan media belajar. Media dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format antara lain: modul cetak, film, televisi, gambar, peta,globe, grafik, dan lain-lain.

Berdasarkan pendapat di atas yang dimaksud dengan media adalah, suatu alat yang digunakan secara terencana, sistematis dalam rangka menyalurkan pikiran,perasaan, dan minat dalam kegiatan belajar mengajar sehingga proses tersebut dapat berjalan dengan baik.

Dengan demikian, media merupakan suatu alat bantu yang digunakan dalam menyampaikan pesan. Sehingga dapat meningkatkan minat peserta didik untuk mempelajari materi. Dapat memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang dapat merangsang aktifitas diri sendiri untuk  belajar.

Kriteria Pemilihan Media

Azhar dalam Media Pembelajaran (2003:72-74) mengatakan bahwa, media merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Untuk itu Azhar mengelompokkan beberapa kriteria dalam memilih media.

a) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 

b) tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.

c) praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan.

d) guru terampil menggunakannya.

e) pengelompokan sasaran.

f) mutu teknis.

Simpulan dan Saran

Penggunaan media belajar dalam proses kegiatan belajar merupakan suatu keharusan yang mutlak. Ketika guru memperkenalkan satu materi ajar, para siswa tidak dibawa dalam dunia hayal. 

Namun, di bawa dalam dunia nyata atau abstrak sebagai daya tarik dalam proses KBM. Adanya media belajar membentuk proses berpikir siswa lebih nyata dan abadi sepanjang hayatnya.

Guru lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan media belajar. Pemanfaatan limbah sekitar menjadi sesuatu yang bermanfaat juga ikut melatih siswa berpikir kreatif dan inovatif. Sehingga melahirkan generasi muda yang memiliki sumber daya manusia dan daya saing yang tinggi.

Guru memegang peran penting sukses tidaknya KBM. Belajar tak kenal waktu. Menggali potensi diri dan siswa, menciptakan perubahan dalam karir dan hidup guru yang berlanjut untuk masa depan siswa. Guru datang ke sekolah tidak sebatas mengajar dan menerima gajinya. Namun, ada rasa membatin ketika proses KBM berlangsung. Nilai-nilai keikhlasan menyertai dalam keprofesiannya bukan saja tujuan memburu materi.

REFERENSI

Agung, Iskandar. 2010. Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Bagi Guru. Bestari  Buana Murni. Jakarta

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Kkbi4.portalbahasa.com

Slameto. 2002. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineke Cipta.  Jakarta

Uzer Usman, Moh. 1995. Menjadi Guru Profesional.Remaja Rosdakarya. Bandung

Lhokseumawe, 30 Mei 2026, Sabtu.

5

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Syamsiah Ismail, M.Pd.
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...