Belajar Dari Pelataran Candi Jawi

Oleh Riduwan SP.d
Di era pembelajaran modern saat ini, pendidikan tidak lagi cukup jika hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Siswa membutuhkan pengalaman nyata agar mampu memahami kehidupan secara lebih luas.
Hal itulah yang tampak dalam kegiatan kokurikuler MTs Darul Ulum Candiwates bertema“Harmoni Panca Cinta di Pelataran Jawi: Syukur dalam doa , Sehat dalam Raga, Abadi dalam Karya” yang dilaksanakan di kawasan Candi Jawi, Sabtu (16/5/2026).
Sejak pagi, seluruh siswa kelas VII bersama para guru pendamping mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Guru pendamping yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dra. Shofia selaku guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Zainal Arifin, S.Pd guru Qurdist, Wahyu Izzudin, S.Pd guru Bahasa Indonesia, serta Muhammad Riduwan, S.Pd guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Mereka tidak hanya diajak belajar sejarah dan budaya, tetapi juga memahami pentingnya rasa syukur, menjaga kesehatan, serta menanamkan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Suasana pagi di pelataran Candi Jawi terasa begitu tenang dan khidmat. Di tengah bangunan bersejarah yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu, para siswa tampak mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejarah dan budaya oleh pemateri dari Candi Jawi, Mas Aris. Para siswa dikenalkan pada sejarah berdirinya Candi Jawi serta nilai budaya yang masih terjaga hingga saat ini.
Bagi sebagian siswa, belajar langsung di lokasi bersejarah memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan dibanding hanya membaca materi dari buku pelajaran.
Kegiatan juga diisi dengan jalan mengelilingi kawasan Candi Jawi sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Aktivitas tersebut menjadi bentuk pembelajaran sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik.
Guru Bahasa Indonesia MTs Darul Ulum Candiwates, Wahyu Izzudin, S.Pd, menilai kegiatan kokurikuler di luar kelas mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan kepedulian sosial peserta didik. “Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga memiliki rasa syukur, pola hidup sehat, serta kepedulian terhadap warisan budaya bangsa,”
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang nilai akademik, melainkan juga proses membentuk karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan. Pembelajaran di luar kelas seperti ini menjadi langkah positif untuk menghadirkan pendidikan yang lebih hidup, bermakna, dan dekat dengan kehidupan nyata siswa.
Melalui kegiatan di pelataran Candi Jawi, siswa tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan nilai kehidupan yang akan terus mereka ingat di masa mendatang.












