• Latest
Guru Sandal Jepit - 2025 04 25 08 39 08 | #Kisah Inspiratif. #Guru inspiratif | Potret Online

Guru Sandal Jepit

April 25, 2025
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Guru Sandal Jepit

Redaksi by Redaksi
April 25, 2025
in #Kisah Inspiratif. #Guru inspiratif, #Pendidikan, #Rerasan, Guru, Pendidikan, Sekolah
Reading Time: 2 mins read
0
Guru Sandal Jepit - 2025 04 25 08 39 08 | #Kisah Inspiratif. #Guru inspiratif | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

RERASAN:

Oleh Muslimin Lamongan

Dalam novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata mengisahnyatakan gurunya yang luar biasa: Ibu Muslimah. Dalam serba keterbatasan, gedung hampir roboh, gaji tak memadai, tetap semangat dan berdedikasi tinggi.

Mengedepankan pendidikan, tetapi tetap mewadahi pengajaran. Ibu Muslimah menjadi salah satu potret keberadaan sebagian besar guru di Indonesia. Memprihatinkan dalam bingkai ketangguhan. Dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi dilupakan. Ibu Muslimah adalah obor inspirasi bagi para siswanya. Terbukti sebagian besar siswanya memeroleh kesuksesan dan keberhasilan.

Namun, akhir-akhir ini sering terjadi degradasi pandangan sebelah mata tethadap guru. Bahkan dalam beberapa kasus, pendisiplinan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya dijerumuskan pihak yang tak bertanggung jawab ke kriminalisasi. Demi keluarga, banyak guru kerja apa saja setelah mengajar. Guru-guru swasta di lembaga pendidikan ‘miskin’, misalnya, banting tulang kerja serabutan demi menghidupi keluarga.

Mengenang Ibu Muslimah, terkenang pula guru awak yang tak kalah hebatnya: Aba Haji Sulhan Abdullah. Beliau guru agama komplit waktu saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah. Mengajar Al-Qur’an, hadits, tarikh nurul yaqin, aqidah, akhlaq, fiqih, bahasa Arab, dan menulis pegon. Yang disebut terakhir adalah kata atau kalimat berbahasa Jawa, tetapi ditulis dengan huruf Arab. Huruf pegon dipakai untuk membaca ‘kitab gondrong’, jenis kitab yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jawa. Aba Sulhan juga mengajarkan dasar-dasar ilmu nahwu sharaf, yang dipakai untuk membaca kitab gundul atau kitab kuning yang tidak berharokat. Kitab kuning banyak dipakai di pondok pesatren.

Di samping mengajar di madradah, Aba Sulhan juga menjadi penggerak dan pendakwah majelis taklim ibu-ibu Muslimat NU di Desa Jotosanur (sebelah timur Masjid Namira-Lamongan). Sejak tahun 1980-an hingga sekarang majelis taklim itu masih berjalan. Dilaksanakan setiap habis sholat Jum:at, berpindah dari satu musholla ke musholla lain di Dusun Sanur. Juga pendiri ngaji rutin para bapak setiap malam minggu dari satu rumah anggota Jamiyah NU ke anggota yang lain. Semua dijalani dengan ikhlas tanpa pamrih, tidak ada target ‘amplop’ yang diharapkan. Lucunya, pada tahun 1980-an, waktu acara akhirussanah madradah, beliau mendapat hadiah dari pengurus, yaitu sandal jepit warna hijau. Untuk menghidupi keluarga, beliau tekun bertani, menggarap sawah yang tidak begitu luas.

Berkat keikhlasan beliau, 4 putranya dan 1 putrinya lulus sarjana semua, juga terjun menekuni dunia pendidikan. Kalau dipikir darimana biayanya, nalar tak berkutik. Tetapi Allah Maha Kaya, tak ada kemustahilan bagiNya. Allah menganugerahi beliau putra-putri yang patuh dan meneladaninya. Tidak berharap sang anak berlimpah harta, tetapi menjadi pendidik dan pejuang, menjadi kebanggaan tiada tara bagi beliau. Semoga beliau sehat selalu, nyala api perjuangannya selalu menginspirasi bagi setiap generasi.

Lamongan, 22 April 2025

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Konsekuensi Hukum Bila Ijazah Jokowi Terbukti Palsu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com