• Latest
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 15c59446 606e 4456 bc7f a46c8bcaffad | BIngkai Remaja | Potret Online

BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK

Januari 18, 2024
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | BIngkai Remaja | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK

Redaksi by Redaksi
Januari 18, 2024
in BIngkai Remaja, Bully, Edukasi, Pendidikan, Perundungan
Reading Time: 4 mins read
0
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 15c59446 606e 4456 bc7f a46c8bcaffad | BIngkai Remaja | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Olejh MIFTAHUL JANNAH

Kelas: X-TKJ 1 SMK  Almubarkeya, Aceh Besar

 

Baca Juga
  • Menumbuhkan Minat Membaca Anak Di Era Digital Kian Susah?
  • Bangun Literasi di Sekolah Terpencil, Kadisdikbud Aceh Selatan Bagikan Majalah Anak Cerdas

Pagi yang indah di hari Senin, merupakan  hari pertama Nayara di sekolah barunya, di SMKN 1 Nusantara.

“Bunda!! ” teriak Nayara yang terlihat panik.

Baca Juga
  • Remaja dan Pembangunan Berkelanjutan, Compatible or Not ?
  • Kajian Millenial RTA Aceh Utara Bahas Pola Asuh Anak Ala Rasulullah, Ini Hasilnya

“Apa! ” balas Bunda Nayara yang sedang berada di dapur.

“Jarum pentul Aya di mana?” tanya Nayara kepada bundanya.

Baca Juga
  • Ketika Anak-Anak Belajar Entrepreneurship Dengan Ceria di Marketing Day
  • FTIK IAIN Langsa Adakan Webinar Batch 8

“Ya ampun Aya, Bunda kan udah bilang siapkan duhulu perlengkapanmu. Jadinya kan tidak ribet pas pagi” omel Bundanya.

“Ya maaf bun, tolong carikan ya” rengek Nayara.

“Itu ambil saja di meja rias bunda” balas Bunda Nayara.

Nayara pun bergegas ke kamar bundanya dan langsung mengambil jarum pentul.

Nayara memasang jarum itu di hijabnya agar tak terlepas, setelah dirasa sudah rapi, Nayara pun keluar dari kamar Bundanya dan langsung mengambil tas ranselnya untuk segera ke sekolah.

“Bun Aya berangkat ya, assalamu’alaikum” pamit Nayara sekalian mencium tangan bundanya.

“Eh gak sarapan dulu Aya? ” tanya Bundanya Nayara.

“Sudah telat bun!” teriak Nayara yang telah berada di luar.

Nayara pun masuk ke mobil, dirinya pun diantar hingga sampai di sekolah oleh Pak supir.

“Jam berapa pulangnya Non? ” tanya Pak supir kepada Nayara.

“Nanti Aya telpon kalau sudah pulang ya pak” balas Nayara yang diangguki oleh pak supir.

Nayara pun memasuki kawasan gedung sekolah, ia menuju ke kantor kepala sekolah untuk diberi tahu dimana kelas Nayara berada.

Setelah mengetahui dimana kelasnya, barulah Nayara dan wali kelas dari kelas XI-1 mengantarnya ke kelas.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” ucap salam dari bu Ratih selaku wakil kelas XI-1.

“Wa’alaikumussalam salam warahmatullahi wabarakatuh” jawab serentak seluruh siswa.

“Jadi anak anak, hari ini kita kedatangan siswa baru, ayo nak silahkan perkenalkan diri kamu” ucap bu Ratih.

“Hay semua perkenalkan nama saya Nayara Aprilia, biasa dipanggil Nayara” ucap Nayara memperkenalkan diri.

“Baik Nayara kamu bisa duduk di bangku yang kosong” ucap bu Ratih lagi.

Kemudian Nayara pun duduk di kursi yang kosong yang berada di sebelah siswa perempuan yang berkacamata yang bernama Sari. Tak lupa mereka berdua juga berkenalan.

Pelajaran pun dimulai hingga bell istirahat pun berbunyi. Nayara yang belum mengetahui banyak hal di sekolah barunya ini tetap berada di kelasnya. sementara Sari sudah diajak keluar oleh 3 orang yang Nayara kira adalah teman Sari.

Hingga beberapa menit kemudian Sari tak kunjung kembali. Karena merasa bosan Nayara pun berniat menyusul Sari.

Dan alangkah terkejutnya Nayara melihat Sari yang sedang dibully oleh teman – temannya, dengan sigap Nayara merekam aksi pembullyan itu.

“Berhenti!, atau vidio kalian akan saya kasih ke guru” ancam Nayara.

Mereka yang mendengar ancaman dari Nayara merasa ketakutan dan mereka pun berhenti membully Sari dan menyuruh Nayara untuk menghapus vidio itu.

Nayara menyanggupinya, namun sebenarnya, Nayara hanya berbohong dan vidio itu masih ada di ponselnya dan ia dengan berani memberikan vidio itu sebagai bukti jika Sari mendapatkan pembullyan di sekolah.

Dan para pelaku pembullyan itu pun mendapatkan hukuman berupa diskors selama 1 minggu. Sari sangat berterima kasih kepada Nayara yang telah membelanya sekaligus menjadi temannya.

“Nayara, makasih ya kamu udah mau jadi sahabat aku sekaligus udah bela aku” ucap Sari.

“Iya sama sama, kamu jangan sedih lagi ya. Sekarang ada aku di sini dan gak ada yang boleh menyakiti  kamu” balas Nayara yang membuat Sari tersenyum.

Hingga akhirnya mereka berdua pun telah menjadi sahabat dan menghabiskan waktu bersama sama. Lalu, semenjak kejadian itu Sari pun tidak lagi mendapat pembullyan dari teman temannya berkat keberanian dari Nayara.

Kita harus dapat mengambil hikmah  dari apa yang terjadi padamu Sari. Kita harus peduli dan waspada terhadap aksi atau tindakan bully di sekolah kita atau juga di tempat lain. Kita perlu ingatkan kepada teman-teman. Ya, berhentilah membully karena membully tidak membuat kita keren, namun membuat kita terlihat layaknya pecundang. Harus pula kita ingatkan kepada kawan -kawan agar jangan hanya kita terlihat lebih baik dari mereka kita bisa seenaknya membully.

Mungkin mereka akan memaafkan, namun hal itu masih membekas di dalam lubuk hati korban bully. Maka, jangan sampai karena ulah kita membuat orang lain merasakan trauma,maka dari itu berhentilah membully.

 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK - 172486f8 bf32 4da3 9630 0640cdce2573 | BIngkai Remaja | Potret Online

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com