POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Indonesia

Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan

Redaksi by Redaksi
Agustus 29, 2021
in Indonesia, Pendidikan, Standar kualitas
0

 

Bagian kedua

Baca Juga
  • 01
    Bingkai
    Disorientasi Profesi Guru
    18 Nov 2016
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - 1001353319_11zon | Indonesia | Potret Online
    Perempuan
    Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua
    21 Apr 2026


Oleh Ahmad Rizali 

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Meluruskan Pemahaman Terhadap Bimbingan dan Konseling
    09 Agu 2021
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - 0E51C82A BA1B 4DB7 969C B335B28E7ACC | Indonesia | Potret Online
    Analisis
    MENGAPA HARUS PERUBAHAN?
    01 Mei 2023

Berdomisili di Depok 

Baca Juga
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - BD363F3B 80A8 40C6 A3C3 90C2B0C02BC5 | Indonesia | Potret Online
    Aceh
    MPBEN FKIP USK Lakukan Benchmarking dengan Dua Universitas di Malang
    26 Jul 2022
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Indonesia | Potret Online
    #Era AI
    Revolusi AI dan Masa Depan Tenaga Kerja Indonesia: Dari Keresahan Menuju Kegemilangan
    19 Jun 2025

Idealnya, SPI adalah SPI yang tanpa mengesampingkan cita cita Konstitusi, namun mampu menjawab tuntutan dunia Global. Apakah 8 SNP tidak? Sebetulnya, jika penafsirnya andal dan canggih, maka semua narasinya sudah ada di sana, karena penyusunnya pasti merujuk ke cita – cita Konstitusi. Mengapa saya sebut tafsir, karena meski narasi normatifnya ada, namun harus ditulis jelas. Nah, Standar barulah yang wajib menuliskan.

Kompetensi dasar bernalar sehat (discipline mind, HG 2019) itu tidak ada khilaf, di seluruh dunia sama: cakap dalam bernalar sehat, membaca bermakna dalam bahasa masing-masing dan pemahaman dasar tentang sains. Meski, dalam standar prosesnya wajib diperbaiki dan kontekstual geografis masing masing. Landasan ini akan mewujut pada kreatifitas dan kritis dalam bernalar. Tanpa kecakapan dalam nalar sehat yang dicampur dengan empati, kreativitas dan inovasi sangat sulit (jika enggan menulis mustahil) muncul (Gardner, 5 Minds for Future dan NSA-HPL, 2019). 

Acuan standar “generik” agar WNI cakap bergaul dengan sesama (komunikasi dan kolaborasi) dalam batasan (domain) tatanilai universal (Integritas, Kredibel, Kapabel dan Akuntabel) dan dengan negaranya (patriotik) wajib ditetapkan. Sehingga, akan terlihat jelas, Indonesia 1st dan Warga Dunia next. Acuan generik di jenjang Dikdas ini wajib dievaluasi oleh Negara. Terserah lembaga Independen apa yang akan melaksanakan. Yang pasti, tidak elok jika Kemdikbud sebagai pelaksana acuan Standar, mengevaluasi sendiri capaiannya. Kursus Toefl dan/atau ISO, bukanlah evaluator Toefl dan ISO.

Karena generik, maka Negara hanya melakukan evaluasi dampak dan bisa dilakukan paling cepat 3 Tahun sekali capaian SKL nya, meskipun bisa menitipkan evaluasi portofolio ke sekolah. Dari sinilah, jika negara ikut “School of Thought” Forum Ekonomi Dunia (WEF), akan bisa mengetahui perkembangan indeks modal manusia (Human Capital Index) yang lebih kompleks daripada IPM yang hanya mengukur lama sekolah, sedangkan HCI mengukur pula mutu hasil belajar (Learning outcome) peserta didik dan tentu sesekali dampaknya.

Di jenjang SLTA apalagi Perguruan Tinggi, meski ada acuan mutu generik, namun evaluasinya serahkan kepada “EndUser” alias pengguna. Jadi, teruskan kebijakan tanpa UN di SMA/MA/SMK dan meski diluluskan oleh unit jenjang SLTA, namun terserah pengguna untuk mengujinya. Pengguna dan sekolah akan melakukan evaluasi capaian standar Output dan sebagian Outcome. Negara bisa sesekali melakukan evaluasi Learning Impact kepada peserta didik, terutama yang terkait dengan praksis Tatanilai dengan sesama manusia, sesama profesi dan warga negara serta warga dunia. 

(Habis)

Previous Post

Standar Pendidikan Indonesia di Masa Depan

Next Post

Sekda Kota Banda Aceh: Penilaian SPBE 2021 Harapkan Di Atas Target

Next Post

Sekda Kota Banda Aceh: Penilaian SPBE 2021 Harapkan Di Atas Target

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah