POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Indonesia

Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan

Redaksi by Redaksi
Agustus 29, 2021
in Indonesia, Pendidikan, Standar kualitas
0

 

Bagian kedua

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Agar Candaan Tak Membawa Petaka di Sekolah
    19 Nov 2023
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - 2025 08 09 13 40 11 | Indonesia | Potret Online
    Guru
    Guru Blora Belajar Koding dan AI untuk Pendidikan Bermutu
    09 Agu 2025


Oleh Ahmad Rizali 

Baca Juga
  • 01
    Abdya
    Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku.
    11 Jul 2024
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - f50d12ae 4563 48ee 9204 619b19d35f17 | Indonesia | Potret Online
    Artikel
    MBG Tomohon Makan Korban
    27 Jan 2026

Berdomisili di Depok 

Baca Juga
  • Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan - 1f0496b6 9d71 4b15 9acf 0e54d72bdd6e | Indonesia | Potret Online
    Literasi
    Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus
    05 Nov 2024
  • 02
    Aceh
    Dosen dan Mahasiswa University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat Kunjungi SMK Negeri PP Saree
    03 Jun 2023

Idealnya, SPI adalah SPI yang tanpa mengesampingkan cita cita Konstitusi, namun mampu menjawab tuntutan dunia Global. Apakah 8 SNP tidak? Sebetulnya, jika penafsirnya andal dan canggih, maka semua narasinya sudah ada di sana, karena penyusunnya pasti merujuk ke cita – cita Konstitusi. Mengapa saya sebut tafsir, karena meski narasi normatifnya ada, namun harus ditulis jelas. Nah, Standar barulah yang wajib menuliskan.

Kompetensi dasar bernalar sehat (discipline mind, HG 2019) itu tidak ada khilaf, di seluruh dunia sama: cakap dalam bernalar sehat, membaca bermakna dalam bahasa masing-masing dan pemahaman dasar tentang sains. Meski, dalam standar prosesnya wajib diperbaiki dan kontekstual geografis masing masing. Landasan ini akan mewujut pada kreatifitas dan kritis dalam bernalar. Tanpa kecakapan dalam nalar sehat yang dicampur dengan empati, kreativitas dan inovasi sangat sulit (jika enggan menulis mustahil) muncul (Gardner, 5 Minds for Future dan NSA-HPL, 2019). 

Acuan standar “generik” agar WNI cakap bergaul dengan sesama (komunikasi dan kolaborasi) dalam batasan (domain) tatanilai universal (Integritas, Kredibel, Kapabel dan Akuntabel) dan dengan negaranya (patriotik) wajib ditetapkan. Sehingga, akan terlihat jelas, Indonesia 1st dan Warga Dunia next. Acuan generik di jenjang Dikdas ini wajib dievaluasi oleh Negara. Terserah lembaga Independen apa yang akan melaksanakan. Yang pasti, tidak elok jika Kemdikbud sebagai pelaksana acuan Standar, mengevaluasi sendiri capaiannya. Kursus Toefl dan/atau ISO, bukanlah evaluator Toefl dan ISO.

Karena generik, maka Negara hanya melakukan evaluasi dampak dan bisa dilakukan paling cepat 3 Tahun sekali capaian SKL nya, meskipun bisa menitipkan evaluasi portofolio ke sekolah. Dari sinilah, jika negara ikut “School of Thought” Forum Ekonomi Dunia (WEF), akan bisa mengetahui perkembangan indeks modal manusia (Human Capital Index) yang lebih kompleks daripada IPM yang hanya mengukur lama sekolah, sedangkan HCI mengukur pula mutu hasil belajar (Learning outcome) peserta didik dan tentu sesekali dampaknya.

Di jenjang SLTA apalagi Perguruan Tinggi, meski ada acuan mutu generik, namun evaluasinya serahkan kepada “EndUser” alias pengguna. Jadi, teruskan kebijakan tanpa UN di SMA/MA/SMK dan meski diluluskan oleh unit jenjang SLTA, namun terserah pengguna untuk mengujinya. Pengguna dan sekolah akan melakukan evaluasi capaian standar Output dan sebagian Outcome. Negara bisa sesekali melakukan evaluasi Learning Impact kepada peserta didik, terutama yang terkait dengan praksis Tatanilai dengan sesama manusia, sesama profesi dan warga negara serta warga dunia. 

(Habis)

Previous Post

Standar Pendidikan Indonesia di Masa Depan

Next Post

Sekda Kota Banda Aceh: Penilaian SPBE 2021 Harapkan Di Atas Target

Next Post

Sekda Kota Banda Aceh: Penilaian SPBE 2021 Harapkan Di Atas Target

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah