Oleh Cut Rizka Ramazaniar
Kartini masa kini adalah para guru. Dalam hal ini, saya secara khusus menyebutkan guru perempuan di luar sana. Mereka adalah Kartini. Karena Kartini tidak harus memiliki visi untuk mengubah dunia.
Mereka tidak harus memengaruhi semua orang, tetapi, mereka telah memberikan dampak yang cukup besar pada seseorang untuk mengubah dunia.
Faktanya, Saat kita bertanya pada anak-anak jaman sekarang, “Apa cita citamu atau ingin jadi apa di masa depan?” Jarang sekali kita mendengar ada jawaban “I wanna be a teacher”
Mungkin sebagian dari mereka berpikir menjadi guru tidak keren atau guru itu tidak bsa berkontribusi di negara ini seperti halnya para Artis, Vloggers, Influencers atau justru Youtubers.
Tapi ketahuilah , tanpa guru justru segala profesi itu takkan pernah hadir dan terlahir. Kita juga tidak pernah tahu sekeras apa guru itu berusaha menciptakan dan melahirkan generasi-generasi hebat itu.
Saya bukan seseorang yang berasal dari jurusan pendidikan. Saya hanya seorang relawan yang rela berlelah lelah di hari ini untuk menghadirkan anak anak hebat di kemudian hari. Begitu pula rasa sayang dan rasa kepedulian saya terhadap dunia pendidikan membuat saya mengerti pentingnya menghargai peran guru.
Karena saya tahu sulitnya jadi guru dan Ikhlasnya mereka dalam mengajarkan dan membentuk karakter penerus bangsa ini. Guru telah mengajarkan kita bagaimana hidup sabar dan juga telah membimbing kita untuk membangun kemandirian dan kemanusiaan.
Kini, ketika kita melihat di sekolah-sekolah, para perempuan yang menikmati hasil perjuangan Kartini telah mendapat kemerdekaan dan menjadi guru -guru bagi anak bangsa. Tentu tidak lepas dari perjuangan Kartini yang mengantarkan perempuan ke pintu yang lebih terang dan berdaya. Sehingga kini perempuan sudah masuk dan berpartisipasi dalam ruang publik, walau belum cukup adil.
Oleh sebab itu, selayaknya di hari Kartini, kita sampaikan ucapan Selamat Hari Kartini, semoga para perempuan Indonesia semakin bisa menikmati hidup yang lebih merdeka, tidak ada kekerasan lagi pada perempuan. Semoga perempuan terus berada di fitrahnya. Bukan sebagai pihak yang terus tersakiti dan dituntut dari segala segi. Tapi mereka yang terus dilindungi dan melindungi sepenuh hati. Semoga pula perempuan dan guru akan selalu di hargai di negri ini 🤍









Diskusi