Esai · Potret Online

Kekompakan Ibu-Ibu Seneubok Saboh Wujudkan Buka Puasa Bersama

Penulis  Redaksi
Februari 22, 2026
2 menit baca 90
Kekompakan Ibu-Ibu Seneubok Saboh Wujudkan Buka Puasa Bersama - 0237279e d5c3 4d36 b2e6 86c4653b0f70 | #Buka puasa Beraama | Potret Online
Foto / IlustrasiKekompakan Ibu-Ibu Seneubok Saboh Wujudkan Buka Puasa Bersama

Oleh Maimunzir 

Di tengah keterbatasan pascabanjir, semangat kebersamaan justru tumbuh subur di Desa Seneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur: Berbekal dana pas-pasan, para ibu rumah tangga di desa ini membuktikan bahwa niat baik, kekompakan, dan manajemen sederhana mampu melahirkan kebahagiaan bersama.

Menjelang waktu berbuka, Meunasah desa dipenuhi aroma masakan rumahan. Lauk sederhana, namun istimewa tersaji rapi—hasil gotong royong para ibu yang sejak pagi saling berbagi tugas. Ada yang menyiapkan bumbu, ada yang memasak, dan ada pula yang mengatur penyajian. 

Semua dikerjakan dengan satu tujuan: menghadirkan senyum bagi warga yang terdampak banjir.

“Niat awal kami hanya ingin berbuka puasa bersama masyarakat yang terkena musibah banjir, agar masyarakat menjadi gembira dan semakin kompak,” ujar Ibu Sri, salah satu penggerak kegiatan. 

Keinginan itu, kata dia, lahir dari empati dan kepedulian bersama, lalu diwujudkan lewat kerja keras dan saling percaya.

Kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar perjamuan. Ia menjadi ruang pemulihan sosial—tempat warga saling menguatkan, berbagi cerita, dan merajut kembali harapan. Dukungan rekan-rekan serta kontribusi kecil dari banyak pihak menjadi bukti bahwa solidaritas tak selalu membutuhkan biaya besar.

Di Kecamatan Pante Bidari, kisah dari Seneubok Saboh mengingatkan bahwa kekuatan komunitas terletak pada kebersamaan. Ketika niat tulus bertemu dengan pengelolaan yang baik, hal sederhana pun menjelma menjadi momen yang indah dan bermakna—terutama di bulan suci Ramadan.

Bagi warga Kabupaten Aceh Timur, kebersamaan ini adalah pesan harapan: tak ada yang mustahil jika dikerjakan bersama.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...