Belajar Rumus Berita 5 W+ 1H dan News Feature, Bekal Menjadi Penulis Andal

Oleh : Isya Fakhriani
Taruni Kelas X APAT SMKN 1 JEUNIEB, Bireun, Aceh
Belajar, sebagai bagian dari proses pendidikan bisa berlangsung di mana saja dan kapan saja. Walau secara formal, kita belajar di sekolah. Tulisan ini merupakan tulisan hasil belajar. Ya, hasil belajar di sebuah kegiatan pelatihan Jurnalistik.
Ya, penulis mendapat kesempatan mengikuti pekatihan yang dihadir oleh perwakilan siswa SMA/SMK yang ada di kabupaten Bireuen, Aceh. Saya mengikuti pelatihan jurnalistik di aula SMAN 1 Bireuen, Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Senin (4-08-2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen.
Pelatihan yang bertujuan menyiapkan peserta menjadi pewarta pendidikan yang bisa menulis berita mengenai kegiatan pendidikan di sekolah masing-masing. Selain itu, secara lebih luas untuk menyiopakan peserta menjadi penulis yang produktif. Maka, dalam pelatihan ini peserta diberikan pemahaman mengenai rumus 5W + 1H sebagai unsur kelengkapan dalam penulisan berita.
Acara pelatihan jurnalistik dibuka secara resmi oleh Bapak Taufik, M.Pd. yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Bapak Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd, yang tidak daoat hadir, karena sedang Dinas. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pelatihan ini bagi kalangan siswa untuk menambah pengetahuan di bidang penulisan.
Pelatihan ini merupakan kesempatan spesial bagi para peserta yang terpilih dibandingkan kawan-kawan lainnya. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan jurnalistik diharapkan tidak hanya menjadi bekal dalam dunia tulis-menulis, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi hari pertama yang disampaikan oleh Bapak Ariadi B. Jangka dan A. Hadi D. Juli dari PWI Kabupaten Bireuen. Pada sesi pertama, kedua pemateri mengupas tentang unsur-unsur 5W + 1H sebagai rumus dasar penulisan berita dan rumus 3W + 4B sebagai unsur kepenulisan kekinian. Sementara itu, pada sesi ketiga, mereka memaparkan teknik membuat judul dan penulisan lead yang menarik.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Bapak Ariadi B. Jangka yang menjelaskan cara penulisan teks berita yang benar dengan penggunaan akronim dan pemilihan kata yang sederhana.
Sementara di hari kedua, Selasa (05-08-2025), hadir narasumber atau Fasilitator dari Banda Aceh, yakni Bapak Tabrani Yunis, pemimpin Redaksi Majalah POTRET yang kini lebih dikenal dengan Potretonline.com. Beliau memiliki kemampuan untuk memotivasi Calon penulis, ya, para peserta pelatihan. Ada hal yang menarik disampaikan beliau bahwa menulis itu mudah dan semua orang bisa menulis. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak bisa menulis — mereka hanya malas, bukan tidak mampu. Menurutnya, penyakit malas bisa dihilangkan dengan satu cara, yaitu niat dan kemauan.
Tidak hanya itu, Bapak Tabrani Yunis juga menjelaskan secara singkat dan jelas cara menulis yang mudah. Menurut beliau, tulisan tidak perlu panjang, yang penting dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca maupun khalayak ramai.
Lalu, hari ketiga, Rabu (6-08-2025), hadir pula Bapak Muhammad Hawanis, S.Sos, sebagai penateri. Beliau menyampaikan materi tentang teknik berbicara, data hunting, dan penulisan news feature.
Dalam sesi ini, peserta juga dibagi ke dalam kelompok untuk praktik lapangan, melakukan wawancara, mengumpulkan data, menganalisisnya, dan menjadi pewawancara langsung.
Beliau berharap, setelah pelatihan jurnalistik ini selesai, peserta dapat menjadi anak bangsa yang lebih baik dan lebih maju. Tidak hanya duduk dan pulang tanpa membawa bekal, tetapi terus meningkatkan ilmu dengan berbagai cara. Contohnya seperti saat ini, di mana teknologi semakin maju dan berbagai media dapat digunakan untuk mengunggah berita atau tulisan.
Pemateri lain di hari terakhir, Kamis (7-08-2025), diawali oleh Bapak Kacabdin yang menyampaikan bagaimana cara menulis berita agar bisa dimuat di Serambi Indonesia. Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Bapak Yarmen Dinamika yang menjelaskan penggunaan kosa kata dalam berita resmi, seperti penggunaan awalan “di”, kata “ada”, dan lainnya. Ia juga menekankan bahwa beberapa kata tidak perlu menggunakan huruf “h”, seperti “menghimpit” yang cukup ditulis “impit”.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa tidak semua berita dapat ditayangkan tanpa adanya konfirmasi resmi dari sumber yang jelas.
Demikian cuplikan cerita yang dapat penulis sampaikan. Melalui tulisan ini dapat mencatat kegiatan selama empat hari mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan di Aula SMAN 1 Bireuen dan dikuti oleh siswa perwakilan SMK/SMA se-Kabupaten Bireuen.
#Salam Literasi













