POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama

RedaksiOleh Redaksi
July 28, 2025
Puisi-Puis Kang Thohir
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Kang Thohir

Kebudayaan Indonesia itu beragam dan juga bercorak Hindu, Budha, Islam, dan Agama kuno seperti Kapitayan, bahkan sebelum adanya Hindu dan Budha. Ia memuja Sang Hyang Taya, yang berati Tuhan tak bisa dibayangkan, yang tunggal, dan yang ghaib. Bahkan Kapitayan sudah muncul sejak zaman Nabi Adam AS. Bukan hanya Kapitayan saja, ada budaya lainnya seperti Kejawen, Sunda Wiwitan, dan Jawa Dwipa.Mereka memiliki tradisi dan adat masing-masing setiap upacara dan ajarannya. 

Benar bahwa Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika, yang berbeda-beda dan beragam, tetapi satu tujuan kehidupan di Nusantara. Maka tak terheran  jika semboyan itu diambil dari kitab Sutasoma yang dari bait syair kuno, seorang penyair/penulis dari zamannya Prabu Hayam Wuruk atau raja dari Majapahit.

Dari kebudayaan Hindu dan Budha, sekarang ada kerajaan Mataram Islam, yang bercorak kebudayaan Islam dari Panembahan Senopati atau nama aslinya Danang Sutawijaya, raja Mataram Islam pertama sekaligus pendiri. Hingga Sultan Agung, kerajaan ini memiliki bercorak Islam dan adat tradisional yang bercorak Jawa keraton kasepuhan kesultanan.

📚 Artikel Terkait

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

AKU TABUR BUNGA DI PUSARA BERNAMA ACEH

Standar Pendidikan Indonesia (SPI) Masa Depan

Puisi-Puisi Dinar Puspita Ayu, S.Pd.I

Pada akhirnya kerajaan ini mengalami perpecahan oleh konflik keluarga kesultanan Mataram Islam dan intervensi oleh VOC. Di perjanjian Giyanti yang akhirnya kesultanan Mataram Islam terpecah belah menjadi dua wilayah, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta.

Bahwa adu domba dan perselisihan itu bisa memecah belah umat manusia. Apalagi di zaman sekarang banyak perselisihan sering terjadi, yaitu provokasi, hasutan, kemunafikan, kedengkian, haus tahta kekuasaan dan juga harta. 

Kita harus jaga negeri Pertiwi ini dari penjajahan seperti itu, yang kerap memecah belah bumi Pertiwi ini. Guyub rukun adalah kedamaian yang hakiki, saling menghargai, menguati, memotivasi, mensuport, harmoni, empati, simpati, dan mengayomi. Itulah bentuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), menjaga budaya Nusantara supaya lebih baik lagi/melestarikan dan kondusif. Menegak perdamaian dan kesatuan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itulah Pancasila. Bersatu kita teguh dan merdeka. Merdeka!

Brebes, 03 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Renik Sangkal

Renik Sangkal

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00