Senin, April 20, 2026

Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama

Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama - 2025 07 19 15 15 31 | #Ulama Nusantara | Potret Online
Ilustrasi: Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama

Oleh : Kang Thohir

Kebudayaan Indonesia itu beragam dan juga bercorak Hindu, Budha, Islam, dan Agama kuno seperti Kapitayan, bahkan sebelum adanya Hindu dan Budha. Ia memuja Sang Hyang Taya, yang berati Tuhan tak bisa dibayangkan, yang tunggal, dan yang ghaib. Bahkan Kapitayan sudah muncul sejak zaman Nabi Adam AS. Bukan hanya Kapitayan saja, ada budaya lainnya seperti Kejawen, Sunda Wiwitan, dan Jawa Dwipa.Mereka memiliki tradisi dan adat masing-masing setiap upacara dan ajarannya. 

Benar bahwa Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika, yang berbeda-beda dan beragam, tetapi satu tujuan kehidupan di Nusantara. Maka tak terheran  jika semboyan itu diambil dari kitab Sutasoma yang dari bait syair kuno, seorang penyair/penulis dari zamannya Prabu Hayam Wuruk atau raja dari Majapahit.

Dari kebudayaan Hindu dan Budha, sekarang ada kerajaan Mataram Islam, yang bercorak kebudayaan Islam dari Panembahan Senopati atau nama aslinya Danang Sutawijaya, raja Mataram Islam pertama sekaligus pendiri. Hingga Sultan Agung, kerajaan ini memiliki bercorak Islam dan adat tradisional yang bercorak Jawa keraton kasepuhan kesultanan.

Pada akhirnya kerajaan ini mengalami perpecahan oleh konflik keluarga kesultanan Mataram Islam dan intervensi oleh VOC. Di perjanjian Giyanti yang akhirnya kesultanan Mataram Islam terpecah belah menjadi dua wilayah, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta.

Bahwa adu domba dan perselisihan itu bisa memecah belah umat manusia. Apalagi di zaman sekarang banyak perselisihan sering terjadi, yaitu provokasi, hasutan, kemunafikan, kedengkian, haus tahta kekuasaan dan juga harta. 

Kita harus jaga negeri Pertiwi ini dari penjajahan seperti itu, yang kerap memecah belah bumi Pertiwi ini. Guyub rukun adalah kedamaian yang hakiki, saling menghargai, menguati, memotivasi, mensuport, harmoni, empati, simpati, dan mengayomi. Itulah bentuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), menjaga budaya Nusantara supaya lebih baik lagi/melestarikan dan kondusif. Menegak perdamaian dan kesatuan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itulah Pancasila. Bersatu kita teguh dan merdeka. Merdeka!

Brebes, 03 Juni 2025

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist