POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Essay

Selembar Ijazah Tanpa Koneksi

Redaksi by Redaksi
Maret 9, 2025
in Puisi Essay
0
Selembar Ijazah Tanpa Koneksi - 22d7573b 709a 4395 8b6a 4ea3afd28e45 | Puisi Essay | Potret Online

Ilustrasi


Penulis : Ririe Aiko

(Fenomena sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia salah satunya disebabkan karena persyaratan yang tidak masuk akal) (1)

Selembar Ijazah Tanpa Koneksi - a68ff7be 2273 4e76 9b83 d7cda187912e | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Kuliner Tradisional Situbondo, “Nasek Sodu” dan Negeri di Ambang Krisis
30 Okt 2025
Selengkapnya

Di sebuah desa kecil,
Arif lahir di rumah berdinding bambu,
anak petani sayur yang percaya,
bahwa ilmu adalah jalan menuju pintu kesuksesan.

Di kota, ia mengeja mimpi,
menjadi bintang di langit kelas,
cumlaude tertulis di ijazahnya,
seperti kunci emas,
yang katanya bisa membuka pintu kemakmuran.

file_00000000ed1871fa885008c1f509199b
Baca Juga
Puisi Essay
Puisi Esai April: Perjuangan Perempuan‎ Marwah Perempuan Yang Menolak Dijarah
17 Apr 2026
Selengkapnya

Dengan harapan setinggi menara,
ia mulai menyusun satu persatu surat lamaran,
Melampirkan berbagai sertifikat penghargaan
dari Sekolah Dasar hingga Universitas.
Prestasi yang selangit,
membuatnya layak mendapat gaji dua digit.

Ia mencetak mimpi di kertas A4,
mengirimnya ke gedung-gedung tinggi,
perusahaan elit dan bonafit,
dengan harapan,
seseorang membaca dan berkata,
“Ini dia anak bangsa yang kita cari!”

Selembar Ijazah Tanpa Koneksi - a1d71bbf 43be 4fd9 9079 c0a6dec6215e | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Lingkungan
Di Antara Puing-Puing Harapan
12 Feb 2025
Selengkapnya

Tapi realita berwajah lain.
Di ruang wawancara, ia bukan lagi Arif si cerdas,
ia hanya seorang pemuda tanpa pengalaman,
tanpa relasi, dengan wajah pas-pasan.

“Maaf, kami mencari yang sudah berpengalaman,”
kata HRD sambil tersenyum miris.
Arif mulai bertanya pada dunia,
“Kalau semua mencari yang berpengalaman,
dari mana aku harus mulai mendapatkannya?”

Arif tak berhenti disitu,
Ia terus mencoba lagi,
Mengajukan lamaran di bidang lain,
Kali ini penolakan yang berbeda, (2)
“Maaf, penampilan Anda kurang menarik,”
katanya sambil menatap pas photo di CV-nya.

Arif tertawa pahit,
Logikanya berantakan mencari korelasi,
antara pentingnya berwajah menari,
dengan kecerdasan fisik.
Seolah angka-angka di selembar ijazah,
Tak lebih berharga daripada persyaratan absurd,
yang dibuat para penguasa,

Sampai Hari berganti, bulan berlalu,
Ratusan lamaran hanya menambah beban sampah dalam berita,
Arif bukan di usia muda lagi,
Semakin sulit ia diterima,

lima tahun telah menyapu ambisi,
Arif bukan lagi pelamar kerja,
ia kini tukang fotokopi di sudut jalan kota.
Penghasilan recehan ia dapat,
dari mencetak berkas-berkas lamaran,
bukan untuk dirinya, tapi untuk mereka yang datang setelahnya,
yang masih percaya bahwa ijazah adalah kunci,
padahal kenyataan sudah lama menggantinya dengan ‘siapa yang kau kenal di perusahaan?’

Arif yang sekarang mulai pasrah
Menyerah pada pekerjaan impiannya,
Ia sadar tak semudah itu menjadi sesuatu,
Di negara yang penuh budaya nepotisme

Di desa, ibunya masih berdoa,
menanam harapan di antara ladang sayur,
berharap anaknya pulang membawa kabar,
bahwa ilmunya tidak sia-sia.

Tapi negeri ini sudah menjawab,
di tanah yang menjual mimpi sebagai barang dagangan,
Arif hanyalah pelanggan yang tak mampu membeli,
meski ia telah membayar ilmu,
dengan separuh hidupnya.

—–000—–

CATATAN
(1)https://radarsukabumi.com/rubrik/artikel/sulitnya-mendapatkan-pekerjaan-di-indonesia-karena-persyaratan-lowongan-kerja-yang-tidak-masuk-akal/?utm_sourc
(2)https://www.liputan6.com/hot/read/4325685/6-syarat-nyeleneh-di-lowongan-kerja-ini-bikin-tepuk-jidat?utm_source

Previous Post

Merah Menyala

Next Post

Sajak-Sajak Sampena

Next Post
Selembar Ijazah Tanpa Koneksi - 1000398313 | Puisi Essay | Potret Online

Sajak-Sajak Sampena

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah