Opini · Potret Online

Pencegahan dan Penindakan Korupsi di Indonesia Terkesan Adanya Persekongkolan dan Kesepakatan

Penulis  Jacob Ereste
Maret 12, 2025
4 menit baca 405
Pencegahan dan Penindakan Korupsi di Indonesia Terkesan Adanya Persekongkolan dan Kesepakatan - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | # Koruptor | Potret Online
Foto / IlustrasiPencegahan dan Penindakan Korupsi di Indonesia Terkesan Adanya Persekongkolan dan Kesepakatan

Walhasil, budaya korupsi serta sogok menyogok, maupun perselingkuhan dalam etika birokrasi kita telah mendapat legalitas di bawah tangan. Ibarat dalam budaya nikah siri, semua telah legal dan sah untuk tidak sembarang dijerat oleh hukum. Seperti sikap dan sifat dari  inkonsistensi serta perilaku khianat telah dianggap wajar dan patut untuk dapat dimaklumi. 

Kendati dalam tatanan etika, moral dan akhlak manusia sungguh sangat tercela dan dianggap bobrok. Tapi toh, semua kedegilan itu tetap  dilakukan, tanpa rasa risi dan takut dengan sumpah dan janji sendiri ketika menerima amanah dari rakyat itu dengan  menyunggi kitab suci.  

Walhasil, semua yang bisa dibuat mudah dan praktis, mengapa harus dipersulit. Jadi semacam upaya agar  bisa lebih cepat kaya raya dengan cara yang paling gampang dan tidak rumit. Ya begitulah budaya korupsi terus berlangsung dan makin dipercanggih  seperti ikhtiar halal yang harus dilakukan dengan gigih dan heroik. 

Pendek cerita, perilaku korupsi di Indonesia jauh lebih mencengangkan lompatan-lompatan dan manuvernya, sehingga sungguh sangat sulit diduga seperti mengentit dana haji sampai dana bantuan langsung tunai atau yang dimanipulasi dalam bentuk bahan pangan pokok. Padahal semua itu untuk rakyat yang sudah dan miskin, karena tidak mendapat akses ekonomi yang cukup dari pemerintah.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Artikel ini merupakan tulisan opini. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Redaksi Potret Online.
Tentang Penulis
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...