Opini · Potret Online

Belajar Kejujuran di Sekolah?

Penulis  Tabrani Yunis
Maret 8, 2025
9 menit baca 363
Belajar Kejujuran di Sekolah? - 6EE80D17 C241 43E5 9200 16150F06B3ED | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiIlustrasi oleh AI

Sedih juga kalau ada yang berkata, bahwa sekarang ini, sekolah bisa saja sudah berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta didik, tetapi dalam banyak kasus masih belum berhasil membentuk dan meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik menjadi seperti yang diharapkan setiap orang atau masyarakat dengan perilaku atau kararkter mulia. Benarkah atau mengapa demikian?

Untuk menjawab hal itu diperlukan upaya keras untuk mencari akar masalah dari runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas sekolah dalam menanamkan nilai-nilai atau sikap mulia kepada anak atau peserta didik.Walau sebenarnya, tugas pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai mulia atau akhlak mulia itu berawal darı rumah. Karena rumah adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Namun, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tugas dan tanggungjawab membangun karakter mulia peserta didik di sekolah.

Tentu ada banyak faktor yang membuat persepsi  orang berubah terhadap eksistensi sekolah dalam membentuk dan mengajarkan ranah afektif ini. Paling tidak, memudar atau melorotnya kepercayaan (trust) masyarakat terhadap sekolah dalam membentuk karakter atau sikap jujur peserta didik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal, maupun eksternal. Beberapa factor tersebut di antaranya sebagai berikut.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Artikel ini merupakan tulisan opini. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Redaksi Potret Online.
Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...