POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Serambi  Masjid Kami Yang Kotor

Heri HalilingOleh Heri Haliling
March 6, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“Ya!!!ya!! ya!!”

H. Insani sebagai tokoh deretan gang sekitar sini memang mengetahui cerita tentang pembakaran pencuri ampli masjid setengah tahun lalu. Mungkin dari perbuatan itu emosi kerap meledak pada sebagian warga jika mendapatkan kabar tentang penangkapan seorang pencuri.

Dengan wajah biru bengkak dan kucuran darah mencuat dari lubang hidung dan mulutnya Arsakha menukas lemah.

“Luar biasa kalian. Luar biasa??” suara Arsakha terengah-engah. “Inilah karakter kita. Sungguh hina diri kalian dibanding seorang pelacur!”

“Ooohhh mulutmu!!!” teriak satu pemuda gamis dengan sepakan. 

Bukk!!!! Mendarat ke uluh hati Arsakha. Dia tersungkur memegang dada lalu tampak memuntahkan sari makanan bercampur darah.

H. Insani masih menenangkan dengan siaga terhadap colongan serangan. 

“Kumohon Ji. Jangan lindungi dia. Sudah jelas buktinya iblis satu ini memang maling!!!”

📚 Artikel Terkait

Landasan Pijak Revolusi Konstitusi Harus Beranjak dari Kesadaran Etika, Moral dan Akhlak

Ichsan Saputra, Putera Aceh Raih Gelar Magister Seni Melalui Permainan Masa Anak-Anak

Bukan Tentang Perempuan, Tapi Tentang Indonesia

TANJAKAN KAKI KOKOHMU

“Tak berhak kita bicara begitu Sofyan!!! Istighfar!! ” tangan H. Insani mencengkram pundak salah satu muridnya itu. “Aku tak ajarkan kesombongan!”

“Tapi jalanan penuh dengan ketegasan! Budaya itulah yang berlaku sekarang.”

Masih merasa pusing dan mual, Arsakha mencoba untuk kembali duduk. Dari gerai rambut keriting gondrongnya, seutas senyum mengalir merah berpoles darah.

“Lihat gerandong ini!!! Masih tersenyum. Tampang penduduk neraka!!” lanjut Sofyan geram.

“Dia gila menjelang ajal. Itu karmanya!” sergah seorang warga lain..

Sofyan yang sangat geram berapi-api lalu melanjutkan:

“Jika kita biarkan yang seperti ini, Ji. Kita yang akan lemah terhadap penjahat”

“Aku tak setuju. Aku akan bawa dia ke kantor polisi. Ini sandalku. Urusanku! Kalian pulang!”

H. Insani berjalan ke arah Arsakha. Tapi tubuhnya dicegah Sofyan. Hingga satu pekikan muncul disusul pekikan lainnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00