• Latest
PERTOLONGAN

PERTOLONGAN

January 9, 2023

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari CĂłrdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

PERTOLONGAN

Redaksi by Redaksi
January 9, 2023
in Artikel, Humaniora, Motivasi
0
PERTOLONGAN
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Suroto

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026

Setiap orang ingin mencari pertolongan apapun masalahnya. Orang biasanya akan meminta pertolongan pada orang terdekat. Orang tua, suadara, teman, tetangga, atasan di kantor, teman kerja atau organisasi, konsultan, psikolog, dokter, bank, rentenir atau siapapun yang dikenal. Bahkan kepada siapapun melalui media sosial atau platform pertolongan umum. Semua permintaan pertolongan itu ditujukan pada orang lain.

Mungkin saja ada yang peduli. Terutama orang orang terdekat. Menolong dari jerat utang yang melilit, mendapatkan uang makan saat tak punya uang sama, bayaran sekolah anakmu, dari rasa sakit, menganggur dan kesulitan yang melilit apapun itu.

Sesaat masalah jangka pendek mungkin terselesaikan. Pertolongan jangka panjang didapat dengan mendapatkan pekerjaan, pinjaman modal untuk memulai bisnis, mendapat solusi masalah masalah serius seperti soal hukum, kesehatan dan lain sebagainya.

Tapi tidak semua pertolongan itu akan membantumu untuk mendapatkan solusi yang sungguh sungguh selesaikan masalahmu. Bank dan rentenir yang menolong akan datang menagih. Orang yang memberi pinjaman uang akan datang menagih. Tidak semua pertolongan gratis. Andaikan ada yang memberikanya secara gratis itu karema belas kasih.

Siapapun mereka yang akan datang menolong itu pasti punya keterbatasan. Mereka menolong karena kebaikan hatinya untuk merelakan yang mereka punya atau karena mengharap sesuatu kembali. Bahkan akan datang mencekik. Sebut saja utang dengan bunga yang tinggi seperti rentenir.

Hingga satu saat, dunia ini menjadi sangat kejam. Ketika pertolongan sudah tak ada lagi yang datang menolong.  Mereka mungkin sudah jenuh atau bahkan jengkel karena permintaan pertolongan orang lain. Bisa jadi mereka juga marah karena seseorang tak komitmen dengan janji untuk mengembalikan uang pinjamanya.

Kenyataan di atas sesungguhnya mengajarkan pada kita. Sesungguhmya pertologan orang lain itu ada batasnya. Pertolongan itu juga tak semua gratis. Pertolongan itu sementara. Hal  penting lainnya bahwa, semua itu tak dapat  diandalkan.

Hal terpenting yang akan mampu menolong secara permamen  itu sesungguhnya adalah diri sendiri. Bukan orang lain. Bahkan orang lain yang menolong justru akan datang menjadi tambahan beban hidup kelak di kemudian hari.

Cobalah lihat, ketika mereka yang berutang uang pada bank, atau bahkan rentenir. Mereka tak hanya akan menagih tapi bahkan menyita apapun yang dimiliki. Mereka akan datang dengan perhitungan yang berlipat lipat.

Jalan terbaik adalah mustinya seseorang mampu mengatur pengeluaran dan pemasukan sendiri. Bukan meminta pertolongan pada orang lain. Sebab itu menolong diri sendiri sangat penting. Jika sering terbelit utang, maka sebaiknya biasakan dengan menabung.

Berapapun pendapatan kita semestinya  disisihkan untuk ditabung. Bukan soal besar atau kecil uang yang  ditabung, tapi itulah yang namanya disiplin diri.  Disiplin menabung adalah yang akan mampu menolong diri di masa datang. Tabungan adalah asuransi masa depan. Seberapapun tabungan itu yang akan menolong kita di masa datang.

Melalui disiplin menabung akan juga memiliki perencanaan yang lebih tertata. Menanam karakter untuk menjadi perencana yang baik. Memiliki kemampuan mental untuk tidak boros dan mengikat dengan kebiasaan menghargai usaha sendiri.

Itu baru soal utang. Bagaimana dengan soal kesehatan?. Tentu akan banyak sekali hal hal yang bergantung pada diri sendiri. Makanan dan minuman sehat adalah asuransi masa depan kita.  Agar terhindar dari jahatnya penyakit. Membersihkan lingkungan sekitar bersih dari kuman dan penyakit juga adalah  upaya diri sendiri yang akan menolong hidup.

Semua hal di dunia ini berlaku seperti hukum besi. Jika biasa menolong diri sendiri , maka akan tumbuh jadi pribadi yang tak hanya kuat, juga menjadi memiliki kapasitas besar bahkan untuk menolong orang lain di lingkungan sekitar.

Peribahasa kuno katakan, yang mampu menolong dirimu sesungguhnya adalah dirimu sendiri. Demikian juga suatu kaum, masyarakat atau bangsa ini. Tak ada yang mampu selamatkan nasibnya kecuali atas usahanya sendiri.

Untuk menjadi pribadi, kaum atau bangsa yang kuat itu juga harus berpijak pada kekuatan dirinya sendiri. Bukan orang lain atau bangsa lain. Jadi baiknya hentikan berharap pada pertolongan orang lain. Jadikanlah diri pribadi dan kekuatan kita untuk menolong diri sendiri dan juga orang lain.  Selamat tahun baru 2023! Damai dan bahagia selalu untuk kita semua!.

Jakarta, 31 Desember 2022

Suroto

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 150x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 134x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 106x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 90x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 89x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Next Post

Perbaiki Orientasi Gerakan, Temukan “Titik Temu” dan “Titik Pusat”

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com