Sabtu, Mei 2, 2026

Mengenal Rufaidah, Perawat Pemberani di Garis Terdepan pada Perang Uhud

d7d54bc4-6e2d-429a-a543-37d55ee5f8ef
Ilustrasi: Mengenal Rufaidah, Perawat Pemberani di Garis Terdepan pada Perang Uhud

Oleh Fery Ferdian

Pada zaman Rasulullah SAW, ada seorang perawat Muslimah yang ikut berjuang di samping kaum laki-laki dalam bidang medis. Ia mengabdikan dirinya sebagai sukarelawan untuk merawat para mujahid Islam yang terluka di medan perang.


Sosok luar biasa ini adalah Rufaidah binti Sa’ad al-Anshari, yang dikenal sebagai perawat Muslimah pertama dalam sejarah Islam.


Sejak kecil Rufaidah telah menunjukkan minat besar dalam dunia medis dengan mengikuti jejak ayahnya, Sa’ad al-Aslami yang seorang fisioterapis. Dengan memperhatikan ayahnya, Rufaidah belajar banyak tentang pengobatan dan menjadi seorang ahli dalam bidang tersebut.

Dedikasi Rufaidah dalam Dunia Keperawatan

Rufaidah memainkan peran besar dalam perang Badar, Uhud, Khandaq, dan Khaibar dengan menyediakan perawatan medis. Ia merupakan perempuan pertama dalam sejarah Islam yang mendirikan tenda khusus untuk merawat para pejuang yang terluka. Tenda perawatan tersebut dikenal dengan Rufaidah al-Aslamiah yang pertama kali muncul pada perang Uhud dan berada di depan Masjid Nabawi.


Pada masa itu, tanggung jawab medis lebih banyak dipegang oleh laki-laki. Namun, Rufaidah menjadi pelopor dalam perawatan medis di medan perang hingga mendapatkan julukan fidaiyah, yaitu orang yang berani masuk medan perang untuk menyelamatkan mereka yang terluka.


Rufaidah tidak hanya dikenal sebagai perawat yang andal, tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang. Ia merawat anak-anak yang sakit, memberikan perhatian khusus pada kaum difabel, anak yatim, dan fakir miskin.


Rufaidah juga tak pernah pelit dalam berbagi ilmu karena ia dengan senang hati akan mendidik para perempuan yang tertarik menjadi perawat, sehingga pengetahuannya bisa tersebar luas dan bermanfaat bagi banyak orang. Sebagai sosok yang dermawan dan memiliki kecukupan materi, Rufaidah mendanai seluruh kegiatan medis menggunakan hartanya sendiri.


Dedikasinya yang luar biasa dalam membantu perjuangan Rasulullah SAW membuat Rufaidah menerima penghargaan khusus dari Nabi berupa kalung sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan jasanya yang tak ternilai.

Kesimpulan

Rufaidah adalah contoh nyata bahwa perempuan juga dapat berkontribusi besar dalam bidang apa pun, termasuk di bidang medis. Bahkan jauh sebelum ada dokter perempuan modern, beliau sudah menjadi perawat yang andal dan inspiratif. Kisahnya membuktikan jika perempuan juga memiliki peran penting dalam sejarah. Sosok Rufaidah sangat menginspirasi perempuan di masa kini untuk terus mengejar pendidikan dan berkarya dalam bidang apa pun yang mereka pilih.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist