POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Ramadan

Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad

Akmal Nasery Basral by Akmal Nasery Basral
Maret 7, 2025
in Ramadan, Skema
0
Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - IMG 20250306 WA0011 | Ramadan | Potret Online

SKEMA
(Sketsa Ramadan)

Baca Juga
  • Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - IMG_9974 | Ramadan | Potret Online
    Aceh
    Ramadan di Serambi Mekkah: Manifesto Rekonstruksi Peradaban dari Aceh ke Dunia
    21 Feb 2026
  • Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - 5299b170 cc13 4dbe 992c dac28e24f72d | Ramadan | Potret Online
    #Kontemplasi
    Ketika Abu Bakar Berhenti Berderma dan Allah Menegurnya
    13 Apr 2025

Akmal Nasery Basral
(@akmalbasral)

1/
Cahaya Ramadan berpendar di Aula St. George, Kastil Windsor, London, Ahad (2/3). Untuk pertama kalinya dalam seribu tahun usia kastil tertua dan terbesar di dunia yang masih dihuni itu, sekitar 350 umat Islam Inggris melakukan iftar (buka puasa) bersama. Sebuah pengalaman yang akan lestari dalam memori.

Baca Juga
  • Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - d3cd7ac8 ffb2 46ee 9f95 844fd9e2ec14 scaled | Ramadan | Potret Online
    Skema
    SI BUTA DARI GUA SAMPAH
    10 Apr 2025
  • Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - 0a8ff78f a1cb 4916 a891 a3b5caa2789d | Ramadan | Potret Online
    Mozaik Ramadan
    Kritik Kemunduran Sains Islam
    04 Mar 2026

“Sungguh baik hati keluarga kerajaan yang mengizinkan kediaman mereka bagi kami,” ujar seorang tamu perempuan kepada BBC. “Atmosfirnya luar biasa, sulit dipercaya,” timpal hadirin lainnya. Rasa takjub mereka mengingat bahwa Aula St. George selama ini digunakan sebagai tempat prestius jamuan makan kepala negara, kepala pemerintahan atau tamu VVIP. Tapi kali ini tak ada meja dan kursi. Semua disingkirkan agar peserta iftar bisa duduk di lantai, tradisi klasik komunitas muslim.

Iftar spesial itu digagas Ramadan Tent Project (RTP), organisasi nirlaba yang didirikan mahasiswa muslim SOAS University of London pada 2013. Tujuannya untuk mengenalkan khazanah Ramadan kepada warga Inggris Raya, termasuk yang tinggal di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. “Raja Charles III sosok luar biasa yang membuat acara ini terwujud karena komitmennya untuk masyarakat Inggris yang kohesif,” puji Omar Salha, pendiri dan direktur eksekutif RTP. “Kami sangat berterima kasih kepada Paduka Raja atas dukungannya kepada komunitas muslim Inggris.”

Baca Juga
  • Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - 1001356711_11zon | Ramadan | Potret Online
    Agama
    Ketika Agama Menjadi Optik: Refleksi Ramadhan 1447 dari Serambi Mekkah
    15 Mar 2026
  • 96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888
    Catatan Perjalanan
    Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara
    29 Mar 2026

Persiapan iftar dilakukan berbulan-bulan, dan tak bisa berjalan tanpa persetujuan Raja. Pada pertengahan Februari, pengumuman undangan disebarluaskan. Yang berminat boleh perorangan atau keluarga dengan anak kecil dan remaja. Dari respon masuk membludak, dilakukan penyaringan oleh RTP demi keadilan. Tak ada biaya. Mereka yang terpilih dari seantero Inggris mendapatkan tur ke beberapa bagian kastil sebelum iftar dimulai.

Apa yang menyebabkan Raja Charles III sebagai kepala tituler Gereja Anglikan berani melakukan terobosan historis yang belum pernah dilakukan ibunya, mendiang Ratu Elizabeth II, bahkan para leluhur mereka dari dinasti Windsor? “Paduka Raja telah memperjuangkan keberagaman agama dan percakapan antaragama selama bertahun-tahun,” ungkap Simon Maples, Direktur Kunjungan Wisatawan ( Visitor Operations Director) Kastil Windsor, yang menghadiri iftar.

Peristiwa historis ini kembali memunculkan pertanyaan dan debat spekulatif yang muncul pertama kali pada era 1980-an.

2/
Adalah Harold Brooks-Baker (1933-2005), jurnalis, pengusaha penerbitan dan penelusur silsilah ( genealogist) yang pertama kali menyatakan pada 1986 kepada Perdana Menteri Margareth Thatcher bahwa Ratu Elizabeth II memiliki keterkaitan silsilah dengan Nabi Muhammad ﷺ ( peace be upon him ) melalui Putri Zaidah dari Seville ( Zaida of Seville), menantu perempuan Khalifah Al Mu’tamid ‘Alallah, penguasa ke-15 Dinasti Abbasiyah Kedua yang memerintah pada akhir abad ke-11 (1069-1091)

Syahdan setelah suaminya wafat, Zaidah dipersunting oleh Alfonso VI, Raja Leon ( King of Leon, 1065 0 1072) dan Kaisar Spanyol (1072-1109), sebagai selirnya. Pernikahan mereka melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Sancho, dan kelak mempunyai keturunan Henry VII, Raja Inggris (1485-1509), leluhur Ratu Elizabeth II dan putranya, Raja Charles III.

Jika benar Zaidah dari Seville merupakan moyang dinasti Windsor yang berkuasa di Inggris sejak 1917, lantas bagaimana kaitan Zaidah dengan Nabi Muhammad ﷺ?

Sejarawan Maroko Abdelhamid Al-Aouni menyatakan bahwa hasil penelitiannya terhadap 43 generasi di atas Ratu Elizabeth II berakhir pada Fatimah, putri Nabi Muhammad ﷺ. “Ini bisa menjadi jembatan yang menghubungkan dua agama dan dua kerajaan,” ujarnya kepada majalah The Economist.

Mufti Besar Mesir periode 2003-2013 Syekh Dr. Ali Jum’ah Muhammad bin Abdul Wahhab—atau Ali Gomaa—termasuk merespon positif penelitian Al-Aouni menurut harian Maroko Al Ousboue.

Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya. “Ini adalah pemutarbalikan fakta lintas agama meski dengan maksud baik,” ujar Lesley Hazleton buku The First Muslim: The Story of Muhammad. “(Maksud baik) itu karena tingginya penghujatan terhadap Islam di Barat sehingga dengan adanya kaitan antara Ratu Elizabeth dengan Nabi Muhammad bisa meredakan ketegangan. Semua ini hanya clickbait.”

Meski sampai sekarang, hampir 40 tahun sejak klaim awal Brooks-Baker muncul, masih belum ada bukti ilmiah yang benar-benar bisa disepakati dunia akademis tentang keterkaitan genealogi Ratu Elizabeth sebagai keturunan Nabi Muhammad, namun wacana ini cukup dipercaya oleh sebagian kalangan dunia muslim.

3/
Terlepas dari soal kontroversi genealogi tersebut yang masih menjadi perdebatan di kalangan ahli silsilah, iftar di Kastil Windsor dengan persetujuan Raja Charles III tetap sebuah peristiwa bersejarah dalam komunitas antaragama di Britania Raya yang patut diapresiasi positif. Terutama mengingat jejak traumatik Perang Salib yang belum sepenuhnya lindap dari ingatan historis masyarakat Inggris.

6 Ramadan 1446 H/6 Maret 2025

Previous Post

Serambi  Masjid Kami Yang Kotor

Next Post

Puisi -Puisi Lapar, Afridal Darmi

Next Post
Iftar di Kastil Windsor,Mungkinkah Raja Charles III Keturunan Nabi Muhammad - 7BABDA56 B987 4B1A AF70 97C774889F39 | Ramadan | Potret Online

Puisi -Puisi Lapar, Afridal Darmi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah