Oleh: Muh. Sulaiman Rifai Aprianus Mukin, M. Pd, C.PIM
Ramadhan hadir sebagai bulan penuh rahmat, di mana setiap detiknya mengajarkan makna kesederhanaan dan kepekaan. Di antara gemerlap tradisi dan hidangan berbuka yang melimpah, ada satu momen sederhana yang sering terlewat dari renungan, berbuka dengan seteguk air.
Tetesan air yang mengalir membasahi tenggorokan setelah seharian menahan haus menjadi simbol harapan, syukur, dan pengingat akan nikmat kecil yang kerap kita abaikan. Dalam kesederhanaan itu, Ramadhan mengajak kita menyelami makna lebih dalam tentang kehidupan, empati, dan hubungan dengan Sang Pencipta.

























Diskusi