Senin, April 20, 2026

Kutabur Kembang Kemuning di Atas Pusara Pujangga A.A. Pandji Tisna

Kutabur Kembang Kemuning di Atas Pusara Pujangga A.A. Pandji Tisna - 2025 08 09 08 27 49 | Esai | Potret Online
Ilustrasi: Kutabur Kembang Kemuning di Atas Pusara Pujangga A.A. Pandji Tisna


Oleh : Didin Tulus

Di bawah langit biru nan cerah, kaki melangkah dengan penuh rasa haru menuju kompleks pemakaman Puri Buleleng, Bali. Di sanalah, di bawah naungan pohon-pohon rindang, bersemayam sang maestro sastra, A.A. Pandji Tisna.


Tahun 2015, menjadi momen yang tak terlupakan bagiku. Keinginan untuk menziarahi makam sang pujangga akhirnya terwujud. Diiringi alunan kidung Bali yang syahdu, langkah demi langkah menuntunku menuju tempat peristirahatan terakhir A.A. Pandji Tisna.


Setibanya di sana, rasa kagum dan hormat langsung menyelimuti jiwa. Batu nisan sederhana dengan ukiran nama dan tanggal kematian menghiasi makamnya. Di sekitarnya, ditaburi kelopak kembang kemuning yang harum semerbak.


Pandanganku terpaku pada nama “A.A. Pandji Tisna” yang terukir di batu nisan. Nama yang telah mengantarkannya menjadi legenda sastra Indonesia, khususnya Bali. Karyanya yang monumental, seperti novel “Ni Rawit Ceti Penjual Orang” dan “Sukreni Gadis Bali”, telah menjadi warisan budaya yang tak ternilai.


Bayang-bayang sosoknya seakan hadir di hadapan mata. Seorang pria Bali yang cerdas, visioner, dan penuh dedikasi terhadap budaya dan sastra Bali. Ia tidak hanya seorang penulis, tetapi juga seorang pelopor pariwisata Bali dan pejuang kemerdekaan Indonesia.


Semangatnya dalam melestarikan budaya Bali melalui karya-karyanya, menginspirasiku untuk terus menggali dan mempelajari kekayaan budaya Indonesia. Kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan, membangkitkan rasa cinta tanah air dalam diriku.


Di pusaranya, aku berjanji untuk terus meneladani semangat dan karyanya. Aku ingin menjadi penerus generasi yang membawa panji-panji budaya dan sastra Indonesia ke kancah dunia.


Kutaburkan kembang kemuning di atas pusaranya, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya. Semoga arwahnya senantiasa damai dan karyanya terus menginspirasi generasi penerus bangsa.


A.A. Pandji Tisna, kaulah sang maestro sastra yang telah menerangi jiwa bangsa dengan karyamu yang gemilang. Jasamu akan selalu dikenang dan dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pamungkas
Menziarahi makam A.A. Pandji Tisna merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Di sana, aku belajar tentang nilai-nilai penting seperti dedikasi, semangat, dan nasionalisme. Keteladanannya akan terus menginspirasiku untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Penulis adalah warga Indonesia tinggal di kota Cimahi. Penggiat literasi. Editor penerbit Tulus Pustaka

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist