Emosi Jema semakin kacau. Kini, gadis itu meraih sebuah besi kecil di sekitar komputer dan menghantam layar di hadapannya dengan sekuat tenaga. Suara kaca pecah memenuhi ruangan, disusul oleh kilatan cahaya dari layar yang hancur. Pecahan layar berhamburan ke lantai, dan wajah kakaknya menghilang dalam sekejap.
Belum sempat Jema mengembalikan napasnya yang tercekat, suara langkah kaki tergesa-gesa di koridor terlebih dahulu membuatnya panik. Andrenalin langsung menguasai tubuhnya, matanya bergerak cepat mencari jalan keluar. Sampai pandangan Jema tertuju pada satu-satunya jendela di ruangan itu. Namun, itu terkunci.
Diskusi