Al-Quran With Love: Sebuah Social Experiment tentang Memudahkan Diri Membaca Al-Qur’an

Itu berarti hari pertama puasa belum lagi habis, masih dhuhur, namun saya telah melewati target satu juz. Al-Baqarah 170 itu ada di perempat pertama juz kedua. Subhanallah, ini yang saya maksudkan feeling of the achievement-nya. Sambil bertenang-tenang menjadi pemenang, sambil bersantuy-santuy mencapai sesuatuy…
Social Experiment: Membaca Al-Qur’an Pada Lost Time
Pada hari kedua sambil terus menerapkan 15 menit itu, saya mencoba sebuah social experiment. Pertanyaannya adalah: berapa banyak waktu yang terbuang (lost time) dan apa yang bisa kita lakukan dengan waktu itu. Dan why not baca Quran saja?
So, hari kedua ini untuk lost time adalah “waktu menunggu”. Kebetulan hari itu ibu dari anak-anak saya meminta diantarkan berbelanja. Kalau biasanya saya ikut masuk Warung bersamanya atau duduk menunggu, hanya planga- plongo. Tapi hari ini kegiatan menunggu itu saya hitung dengan stop watch hape dan saya isi dengan baca Quran. Bahkan saya sengaja bawa mushaf Qurannya bukan hanya membaca dari Quran digital di hape.
Mengapa? Yaaa…you know, cuma biar nggak ada yang bilang “itu tak mungkin”.




















