Jumat, April 24, 2026

Menjarah Dalam Musibah

Menjarah Dalam Musibah - IMG 20250225 WA0005 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Menjarah Dalam Musibah

Maka dalam setiap bencana yang menghilangkan harta benda, bantuan masa panik selalu menjadi harapan. Oleh sebab itu, idealnya mereka bisa dibantu secara optimal.

Sayangnya, pada setiap terjadi musibah bencana alam seperti tsunami Aceh, erupsi gunung Merapi atau Semeru dan lain-lain, nurani kita sering terusik kala menyaksikan banyak kasus penjarahan terhadap korban terdampak bencana  seperti di Semeru di Lumajang. Betapa sedihnya hati ketika membaca berita yang sangat tidak  diharapkan terjadi. Kita pasti akan berkata, wah! tega sekali mereka. Orang-orang kehilangan nurani telah semakin hilang naluri kemanusiaan mereka, hilang nurani hingga menjarah harta benda orang-orang yang sedang mengalami musibah. Wajar kalau kita betanya, tidakkah mereka memiliki hati nurani?  

Padahal, sebagaimana kita ketahui orang pasti akan merasa sedih melihat atau menyaksikan suatu daerah atau wilayah dilanda bencana alam, seperti banjir atau bencana lainnya. Bukan hanya atau sekadar sedih, tetapi tergerak hati untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kasus penjarahan harta benda masyarakat korban dan terdampak bencana erupsi Semeru atau kala bencana tsunami dahulu, sangat kita sesalkan dan sangat memalukan. Kasus-kasus buruk seperti ini tidak boleh terjadi, apalagi di tengah masyarakat Indonesia yang toleran, suka membantu dan suka bergotong royong menolong orang-orang yang dihempas atau dilanda musibah. 

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist