Artikel · Potret Online

Rumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

Penulis  Redaksi
Januari 26, 2025
3 menit baca 448
Rumah dan Ibu,  Akar Kebahagiaan - 4fed973d 6aae 4166 ab0c f5828c5c09a1 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiRumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

.

Oleh Nendawati

Ada pahit, ada manis. Ada juga luka nestapa, dan  kebahagiaan.

Itulah yang namanya rasa dalam hidup. Bahkan banyak rasa hal lainnya, namun kita berhak memilih rasa yang bagaimana dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika ini .

Yang harus dipegang teguh adalah rasa syukur, karena dengan rasa syukur kita akan menemukan hati yang tentram,aman ,nyaman dan kesemuanya itu pasti akan kita peluk keceriaan,tawa dan canda.

Hidup memang rumit, namun kita sendiri yang harus menentukan mau dibawa ke suasana yang bagaimana. Apalagi jika berkaitan dengan suasana yang bermula dari sebuah rumah . Kita harus membuat rumah itu senyaman mungkin, tempat paling romantis,paling banyak canda tawa keceriaan,yang intinya jika rumah sudah kita bangun dengan kasih sayang, saling peduli saling melindungi, maka para penghuninya tidak akan kehausan untuk mencari kebahagiaan di luar sana .

Maka marilah kita membangun rumah sebagai tempat ternyaman dan keluarga juga tempat ternyaman dalam saling berinteraksi. Orang tua menjadi panutan anak anaknya. Anak anak menghormati kedua orang tuanya dan berbakti.

Sang kakak menyayangi adik adiknya. Demikian juga sang adik harus juga menghormati yang lebih tua . Kita harus menciptakan suasana rumah yang harmonis, isi canda tawa di situ .

Apresiasikan anak anak saat mereka melakukan hal baik dan juga yang sudah berjuang bekerja keras, terutama jika mereka berprestasi, baik dalam akademiknya, maupun dalam mempelajari ilmu tauhidnya . Jangan menjadi orang tua yang otoriter dan jangan mengkritik terlalu kejam . Karena nanti tidak akan hadir canda tawa di balik hal sedemikian rupa.Orang tua tetap menjadi teman terbaik untuk anak anaknya .

Semua itu bermula dari rumah. Mau anak tumbuh baik atau seperti yang kita harapkan, setidaknya rumah adalah tempat ternyaman bagi anak anak kita, karena di saat anak kita di luar sana justru kita tidak selamanya dua puluh empat jam bisa bersama dengan anak anak kita.  Kita tidak bisa mengendalikan lingkungan di luar, namun setidaknya lingkaran lingkungan keluarga ada dalam kendali kita.

Related Posts

IMG_2448

Édouard Glissant, Tokoh Dekolonial

Al Chaidar Abdurrahman Puteh Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Édouard Glissant adalah salah satu pemikir paling tajam dan gelap-terang dalam tradisi poskolonial—seorang penyair yang menolak menjadi hanya penyair, seorang teoretikus yang menolak menjadi hanya teoretikus. Ketika menyebut namanya, kita sebenarnya sedang memanggil seluruh kosmos gagasan tentang relasi, opasitas, dan dunia yang tidak lagi tunduk pada logika pusat-periferi. Glissant bukan sekadar tokoh; ia adalah cara lain untuk melihat dunia, terutama dunia yang retak oleh kolonialisme, migrasi, dan identitas yang selalu bergerak. Dalam Poetics of Relation, Glissant mengajukan gagasan...

bf9551ad-e5a2-460d-aacf-25cffa5537f1

Nasaruddin Umar, NU, dan Ikhtiar Merawat Islam Wasathiyah

Oleh: Azharsyah Ibrahim Nahdlatul Ulama (NU) telah menempuh perjalanan panjang sebagai salah satu pilar utama kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Selama lebih dari satu abad, organisasi ini tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam yang berakar pada Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun fondasi kehidupan berbangsa yang damai, inklusif, dan berperadaban.  Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, polarisasi politik, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik global, NU menghadapi tantangan baru yang menuntut kepemimpinan yang mampu merawat tradisi sekaligus membaca arah zaman. Pada titik inilah, diskusi mengenai figur-figur yang memiliki...

Marilah kita ciptakan kebahagiaan , keceriaan gelak tawa itu di dalam rumah kita. Terutama kita yang semua yang bergelar ibu . Semoga kita semua bisa menjadi tempat ternyaman bagi ananda kita semua.

Memberikan kasih sayang dan cinta tanpa syarat.
Bertahan dengan kuat .

Melindungi dengan ketat .

Memahami dan menghargai tradisi dan adat .

Itulah peran kita seorang ibu yang hebat .

Kita akan memberikan cinta untuk sekeluarga. Kita akan menebar keceriaan. Seorang ibu adalah menjadi Madrasah ula untuk keluarganya dalam hidup ini.  we Terlebih mereka sebagai motivator, pemberi petuah juga pemberi kasih sayang yang berlimpah, memupuk kasih sayang .Mengajarkan apa itu tentang kehidupan.

Tujuan hidup itu yang harus kita ingat lagi, kita di dunia sebentar  karena hidup adalah transit.   Tujuannya adalah membawa bekal untuk perjalanan akhirat yang panjang, dan amal terbaik kita patuh pada suami dan suami pun harus menyayangi  istrinya, melindunginya dan menjaga kewarasan mental istrinya. Jika istri bahagia, maka sebuah keluarga itu akan bahagia tiga kali lipat . istri juga menyiapkan  generasi yang akan menjadi aset akhirat. Semoga kita bisa meninggalkan 3 perkara yakni,  anak yang Solehah, ilmu yang bermanfaat dan juga sedekah jariyah.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...