Rumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

Rumah dan Ibu,  Akar Kebahagiaan - 4fed973d 6aae 4166 ab0c f5828c5c09a1 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Rumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

.

Oleh Nendawati

Ada pahit, ada manis. Ada juga luka nestapa, dan  kebahagiaan.

Itulah yang namanya rasa dalam hidup. Bahkan banyak rasa hal lainnya, namun kita berhak memilih rasa yang bagaimana dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika ini .

Yang harus dipegang teguh adalah rasa syukur, karena dengan rasa syukur kita akan menemukan hati yang tentram,aman ,nyaman dan kesemuanya itu pasti akan kita peluk keceriaan,tawa dan canda.

Hidup memang rumit, namun kita sendiri yang harus menentukan mau dibawa ke suasana yang bagaimana. Apalagi jika berkaitan dengan suasana yang bermula dari sebuah rumah . Kita harus membuat rumah itu senyaman mungkin, tempat paling romantis,paling banyak canda tawa keceriaan,yang intinya jika rumah sudah kita bangun dengan kasih sayang, saling peduli saling melindungi, maka para penghuninya tidak akan kehausan untuk mencari kebahagiaan di luar sana .

Maka marilah kita membangun rumah sebagai tempat ternyaman dan keluarga juga tempat ternyaman dalam saling berinteraksi. Orang tua menjadi panutan anak anaknya. Anak anak menghormati kedua orang tuanya dan berbakti.

Sang kakak menyayangi adik adiknya. Demikian juga sang adik harus juga menghormati yang lebih tua . Kita harus menciptakan suasana rumah yang harmonis, isi canda tawa di situ .

Apresiasikan anak anak saat mereka melakukan hal baik dan juga yang sudah berjuang bekerja keras, terutama jika mereka berprestasi, baik dalam akademiknya, maupun dalam mempelajari ilmu tauhidnya . Jangan menjadi orang tua yang otoriter dan jangan mengkritik terlalu kejam . Karena nanti tidak akan hadir canda tawa di balik hal sedemikian rupa.Orang tua tetap menjadi teman terbaik untuk anak anaknya .

Semua itu bermula dari rumah. Mau anak tumbuh baik atau seperti yang kita harapkan, setidaknya rumah adalah tempat ternyaman bagi anak anak kita, karena di saat anak kita di luar sana justru kita tidak selamanya dua puluh empat jam bisa bersama dengan anak anak kita.  Kita tidak bisa mengendalikan lingkungan di luar, namun setidaknya lingkaran lingkungan keluarga ada dalam kendali kita.

Related Posts

9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

Oleh T.A. Darwis Membaca tulisan Tabrani Yunis di Potretonline .com edisi 21 April 2026 dengan judul “Menguak Kenanangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda”, mendorong penulis untuk ikut menyambung cerita. Penulis sendiri adalah bagian dari sejarah keberadaan Orkes Mekar Melati dan kelanjutan band serta sanggar seninya. Oleh sebab itu, tulisan ini menjadi bagian integral dari apa yang telah dipaparkan oleh Tabrani Yunis dalam tulisannya. Nah, Manggeng, Aceh Barat Daya, pada awal tahun 1990-an,  khususnya masyarakat Gampong Padang Manggeng, menyaksikan lahirnya sebuah lembaga kebudayaan bernama Sanggar Seni Tambo...

Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

Oleh Tabrani Yunis Direktur di Center for Community Development and Education Cemburu (jealous) adalah sifat manusia yang kerap diperbincangkan. Kata ini sering disamakan dengan iri, namun jika ditelusuri lebih jauh, keduanya tidak sepenuhnya identik. Iri kerap dimaknai sebagai ketidaksenangan melihat orang lain bahagia atau lebih unggul, sedangkan cemburu lebih berkaitan dengan rasa takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang dimiliki, disukai, atau dicintai. Rasa cemburu hadir pada setiap orang—baik perempuan maupun laki-laki, bahkan pada anak-anak sekalipun. Ia tidak mengenal usia. Pada remaja yang sedang jatuh cinta, cemburu bisa menggelora...

Marilah kita ciptakan kebahagiaan , keceriaan gelak tawa itu di dalam rumah kita. Terutama kita yang semua yang bergelar ibu . Semoga kita semua bisa menjadi tempat ternyaman bagi ananda kita semua.

Memberikan kasih sayang dan cinta tanpa syarat.
Bertahan dengan kuat .

Melindungi dengan ketat .

Memahami dan menghargai tradisi dan adat .

Itulah peran kita seorang ibu yang hebat .

Kita akan memberikan cinta untuk sekeluarga. Kita akan menebar keceriaan. Seorang ibu adalah menjadi Madrasah ula untuk keluarganya dalam hidup ini.  we Terlebih mereka sebagai motivator, pemberi petuah juga pemberi kasih sayang yang berlimpah, memupuk kasih sayang .Mengajarkan apa itu tentang kehidupan.

Tujuan hidup itu yang harus kita ingat lagi, kita di dunia sebentar  karena hidup adalah transit.   Tujuannya adalah membawa bekal untuk perjalanan akhirat yang panjang, dan amal terbaik kita patuh pada suami dan suami pun harus menyayangi  istrinya, melindunginya dan menjaga kewarasan mental istrinya. Jika istri bahagia, maka sebuah keluarga itu akan bahagia tiga kali lipat . istri juga menyiapkan  generasi yang akan menjadi aset akhirat. Semoga kita bisa meninggalkan 3 perkara yakni,  anak yang Solehah, ilmu yang bermanfaat dan juga sedekah jariyah.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist