Artikel · Potret Online

Rumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

Penulis  Redaksi
Januari 26, 2025
3 menit baca 400
Rumah dan Ibu,  Akar Kebahagiaan - 4fed973d 6aae 4166 ab0c f5828c5c09a1 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiRumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

.

Oleh Nendawati

Ada pahit, ada manis. Ada juga luka nestapa, dan  kebahagiaan.

Itulah yang namanya rasa dalam hidup. Bahkan banyak rasa hal lainnya, namun kita berhak memilih rasa yang bagaimana dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika ini .

Yang harus dipegang teguh adalah rasa syukur, karena dengan rasa syukur kita akan menemukan hati yang tentram,aman ,nyaman dan kesemuanya itu pasti akan kita peluk keceriaan,tawa dan canda.

Hidup memang rumit, namun kita sendiri yang harus menentukan mau dibawa ke suasana yang bagaimana. Apalagi jika berkaitan dengan suasana yang bermula dari sebuah rumah . Kita harus membuat rumah itu senyaman mungkin, tempat paling romantis,paling banyak canda tawa keceriaan,yang intinya jika rumah sudah kita bangun dengan kasih sayang, saling peduli saling melindungi, maka para penghuninya tidak akan kehausan untuk mencari kebahagiaan di luar sana .

Maka marilah kita membangun rumah sebagai tempat ternyaman dan keluarga juga tempat ternyaman dalam saling berinteraksi. Orang tua menjadi panutan anak anaknya. Anak anak menghormati kedua orang tuanya dan berbakti.

Sang kakak menyayangi adik adiknya. Demikian juga sang adik harus juga menghormati yang lebih tua . Kita harus menciptakan suasana rumah yang harmonis, isi canda tawa di situ .

Apresiasikan anak anak saat mereka melakukan hal baik dan juga yang sudah berjuang bekerja keras, terutama jika mereka berprestasi, baik dalam akademiknya, maupun dalam mempelajari ilmu tauhidnya . Jangan menjadi orang tua yang otoriter dan jangan mengkritik terlalu kejam . Karena nanti tidak akan hadir canda tawa di balik hal sedemikian rupa.Orang tua tetap menjadi teman terbaik untuk anak anaknya .

Semua itu bermula dari rumah. Mau anak tumbuh baik atau seperti yang kita harapkan, setidaknya rumah adalah tempat ternyaman bagi anak anak kita, karena di saat anak kita di luar sana justru kita tidak selamanya dua puluh empat jam bisa bersama dengan anak anak kita.  Kita tidak bisa mengendalikan lingkungan di luar, namun setidaknya lingkaran lingkungan keluarga ada dalam kendali kita.

Related Posts

b60ebd95-b297-4af7-88f7-a2744de16bce

Untungnya Apa Buat Saya?

Oleh Rosadi Jamani Kalian mungkin udah nonton videonya, tiga petugas BPS kelabakan menghadapi pertanyaan warga. "Untungnya apa buat saya?" Anggap saja ini jeda iklan sebelum kita garap lagi MBG. Oh iya Belanda menang 5-1 lawan Swedia. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Indonesia memang negeri yang tidak pernah kehabisan bahan baku komedi. Kalau negara lain punya serial Netflix, kita punya kehidupan sehari-hari. Gratis. Full episode. Kadang lebih menegangkan dari film thriller Korea, lebih absurd dari kartun Jepang, dan lebih sulit dipahami dari isi kepala mantan. Kali ini panggungnya...

ee00fd4d-55dc-4d93-848f-c9cf2e1988bf

Di Balik Bayang-Bayang “Raja Jawa”: Merajut Saham Kebangsaan Non-Jawa

Oleh Ir. Azhar, M.T. Dosen Pada Fakultas Teknik Universitas Lampung Pada abad ke-15 atau ke-16, dalam kitab Pararaton (juga dikenal dengan nama Katuturanira Ken Angrok atau Kitab Raja-Raja), lama setelah kejayaan Majapahit; ada tertulis: "Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: 'Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa'." yang apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kira-kira berbunyi:  “"Beliau Gajah Mada Patih Amangkubhumi tidak...

Marilah kita ciptakan kebahagiaan , keceriaan gelak tawa itu di dalam rumah kita. Terutama kita yang semua yang bergelar ibu . Semoga kita semua bisa menjadi tempat ternyaman bagi ananda kita semua.

Memberikan kasih sayang dan cinta tanpa syarat.
Bertahan dengan kuat .

Melindungi dengan ketat .

Memahami dan menghargai tradisi dan adat .

Itulah peran kita seorang ibu yang hebat .

Kita akan memberikan cinta untuk sekeluarga. Kita akan menebar keceriaan. Seorang ibu adalah menjadi Madrasah ula untuk keluarganya dalam hidup ini.  we Terlebih mereka sebagai motivator, pemberi petuah juga pemberi kasih sayang yang berlimpah, memupuk kasih sayang .Mengajarkan apa itu tentang kehidupan.

Tujuan hidup itu yang harus kita ingat lagi, kita di dunia sebentar  karena hidup adalah transit.   Tujuannya adalah membawa bekal untuk perjalanan akhirat yang panjang, dan amal terbaik kita patuh pada suami dan suami pun harus menyayangi  istrinya, melindunginya dan menjaga kewarasan mental istrinya. Jika istri bahagia, maka sebuah keluarga itu akan bahagia tiga kali lipat . istri juga menyiapkan  generasi yang akan menjadi aset akhirat. Semoga kita bisa meninggalkan 3 perkara yakni,  anak yang Solehah, ilmu yang bermanfaat dan juga sedekah jariyah.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...