Artikel · Potret Online

Rumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

Penulis  Redaksi
Januari 26, 2025
3 menit baca 384
Rumah dan Ibu,  Akar Kebahagiaan - 4fed973d 6aae 4166 ab0c f5828c5c09a1 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiRumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

.

Oleh Nendawati

Ada pahit, ada manis. Ada juga luka nestapa, dan  kebahagiaan.

Itulah yang namanya rasa dalam hidup. Bahkan banyak rasa hal lainnya, namun kita berhak memilih rasa yang bagaimana dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika ini .

Yang harus dipegang teguh adalah rasa syukur, karena dengan rasa syukur kita akan menemukan hati yang tentram,aman ,nyaman dan kesemuanya itu pasti akan kita peluk keceriaan,tawa dan canda.

Hidup memang rumit, namun kita sendiri yang harus menentukan mau dibawa ke suasana yang bagaimana. Apalagi jika berkaitan dengan suasana yang bermula dari sebuah rumah . Kita harus membuat rumah itu senyaman mungkin, tempat paling romantis,paling banyak canda tawa keceriaan,yang intinya jika rumah sudah kita bangun dengan kasih sayang, saling peduli saling melindungi, maka para penghuninya tidak akan kehausan untuk mencari kebahagiaan di luar sana .

Maka marilah kita membangun rumah sebagai tempat ternyaman dan keluarga juga tempat ternyaman dalam saling berinteraksi. Orang tua menjadi panutan anak anaknya. Anak anak menghormati kedua orang tuanya dan berbakti.

Sang kakak menyayangi adik adiknya. Demikian juga sang adik harus juga menghormati yang lebih tua . Kita harus menciptakan suasana rumah yang harmonis, isi canda tawa di situ .

Apresiasikan anak anak saat mereka melakukan hal baik dan juga yang sudah berjuang bekerja keras, terutama jika mereka berprestasi, baik dalam akademiknya, maupun dalam mempelajari ilmu tauhidnya . Jangan menjadi orang tua yang otoriter dan jangan mengkritik terlalu kejam . Karena nanti tidak akan hadir canda tawa di balik hal sedemikian rupa.Orang tua tetap menjadi teman terbaik untuk anak anaknya .

Semua itu bermula dari rumah. Mau anak tumbuh baik atau seperti yang kita harapkan, setidaknya rumah adalah tempat ternyaman bagi anak anak kita, karena di saat anak kita di luar sana justru kita tidak selamanya dua puluh empat jam bisa bersama dengan anak anak kita.  Kita tidak bisa mengendalikan lingkungan di luar, namun setidaknya lingkaran lingkungan keluarga ada dalam kendali kita.

Related Posts

0332b79f-9ded-4801-b947-146bfd747be9

Wisata Desa Sirapan: Ruang Perjumpaan Budaya, Sejarah, dan Spiritualitas

Oleh Fileski Walidha Tanjung Pada malam Jumat, 28 Mei 2026, saya diajak rekan-rekan budayawan untuk menghadiri tradisi melekan di Desa Sirapan, Kabupaten Madiun. Malam itu adalah malam menjelang bersih desa. Saya datang dengan harapan menemukan sebuah ritual tahunan masyarakat pedesaan. Namun yang saya temukan justru jauh lebih besar daripada sekadar tradisi. Saya menemukan sebuah ruang perjumpaan antara sejarah, spiritualitas, kebudayaan, dan imajinasi kolektif yang perlahan sedang membangun masa depan. Di tengah zaman yang semakin mengukur segala sesuatu dengan angka, statistik, dan keuntungan ekonomi, Desa Sirapan menghadirkan pelajaran yang...

IMG_1390

Anatomi Kutukan Fiskal dan Ilusi Demokrasi Pasca-Konflik: Mengapa Aceh Gagal Melompat?

Oleh: Dayan Abdurrahman Dua puluh tahun setelah penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, Aceh menghadirkan sebuah paradoks pembangunan yang layak menjadi perhatian dalam studi ekonomi politik kontemporer. Sedikit wilayah pasca-konflik di dunia memperoleh kombinasi modal yang sedemikian besar: perdamaian politik yang relatif stabil, status otonomi khusus yang luas, kekayaan sumber daya alam, posisi geografis strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, serta aliran Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sejak 2008 telah mencapai lebih dari Rp95 triliun. Secara teoritis, kombinasi tersebut seharusnya menjadi fondasi bagi transformasi ekonomi yang...

Marilah kita ciptakan kebahagiaan , keceriaan gelak tawa itu di dalam rumah kita. Terutama kita yang semua yang bergelar ibu . Semoga kita semua bisa menjadi tempat ternyaman bagi ananda kita semua.

Memberikan kasih sayang dan cinta tanpa syarat.
Bertahan dengan kuat .

Melindungi dengan ketat .

Memahami dan menghargai tradisi dan adat .

Itulah peran kita seorang ibu yang hebat .

Kita akan memberikan cinta untuk sekeluarga. Kita akan menebar keceriaan. Seorang ibu adalah menjadi Madrasah ula untuk keluarganya dalam hidup ini.  we Terlebih mereka sebagai motivator, pemberi petuah juga pemberi kasih sayang yang berlimpah, memupuk kasih sayang .Mengajarkan apa itu tentang kehidupan.

Tujuan hidup itu yang harus kita ingat lagi, kita di dunia sebentar  karena hidup adalah transit.   Tujuannya adalah membawa bekal untuk perjalanan akhirat yang panjang, dan amal terbaik kita patuh pada suami dan suami pun harus menyayangi  istrinya, melindunginya dan menjaga kewarasan mental istrinya. Jika istri bahagia, maka sebuah keluarga itu akan bahagia tiga kali lipat . istri juga menyiapkan  generasi yang akan menjadi aset akhirat. Semoga kita bisa meninggalkan 3 perkara yakni,  anak yang Solehah, ilmu yang bermanfaat dan juga sedekah jariyah.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...