Selasa, April 21, 2026

BERSEPEDA BUKAN SEKEDAR OLAH RAGA

Tulisan Suci Tiristiani, dalam rangka Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ditayangkan Apa adanya dari penulis, tanpa diedit oleh pihak penyelenggara. Silakan baca dan berikan komentar terhadap tulisan dan berikan like.
BERSEPEDA BUKAN SEKEDAR OLAH RAGA - 31A60E93 E951 46AA AF46 D3F3D6C29C86 scaled | Aceh | Potret Online
Ilustrasi: BERSEPEDA BUKAN SEKEDAR OLAH RAGA

Oleh Suci Triristiani

Tiga tahun lalu negara kita terkena Pandemi Covid-19 yang harus membuat kita membatasi aktivitas kita. Pandemi Virus Corona telah menciptakan kebiasaan yang luar biasa dan kian semakin Populer saat ini. Salah satu yang disebut adalah bersepeda. Gairah bersepeda memuncak pada level yang tak pernah terlihat pada tahun sebelum Pandemi.

Di Indonesia bersepeda massal kadang menempuh jarak yang sangat jauh yang biasa di lakukan mobil atau kereta . bersepedah tidak hanya di lakukan pada akhir pekan tetapi juga setiap hari pada 2019 awal mula Negara kita terkena Covid-19, dan tahun 2020 menyebutkan Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan manusia dalam hitungan bulan, khususnya bersepeda dan berjalan kaki.

Sepeda juga semakin popular dipakai ke tempat kerja, karena orang mengindari berkerumunan dalam angkutan umum, pentingnya kaitan bersepeda dengan kesehatan dan kegembiraan udara yang bersih selama Pandemi.

Polusi udara di seluruh dunia memang turun drastic karena udara tidak lagi dilewati oleh pesawat dan jalan –jalan tata lagi ramai dilewati pengendara. Larangan berkerumunan dan lockdown, termasuk pembatasan sosial bersekala besar atau PSBB di Indonesia untuk mengurai penyebaran Covid-19.

Udarah bersih ini mendorong manusia menikmati kemewahan suasana di yang sebelumnya di balut dengan Polusi. Cara untuk menikmati udara bersih itu adalah dengan bersepeda.

Kebiasaan bersepeda juga menumbuhkan kesadaran yaitu lepas dari ketergantungan bahan bakar minyak, kebiasaan bersepeda umum di seluruh kota dan desa Indonesia maka tak mustahil ketergantungan kepada wahan-wahana transportasi dan bahan bakar minyak pun berkurangan. Lain hal, bersepeda juga bias mendorong pemerintah pusat dan daerah membangun event-event balapsepeda seperti tourde Indonesia di gelar lebih dari yang saat ini diadakan.

Pembahasaan bersepeda tidak di mulai dari udara bersih dan event balap sepeda, melainkan membuat tubuh manusia sehat agar produktif berkegiatan dan pada zaman ketika orang mudah terserang panyakit-penyakit kronis seperti Struk, Rekomendasis ilmiahdan praktis sendiri masyarakat bahwa agar bugar dan sehat. Manusia perlu aktif secara fisik dan bersepeda adalah salah satunya.

Bersepeda bias membantu manusia menghindari penyakit-penyakit serius sepertis Obesitas, Jantung, Kanker, Penyyakit mental, dan Diabetes.

Sepeda tak cuma berkaitan dengan olahraga dan kesehatankarena bersepeda juga berkaitan dengan wisata alam yang kemudian bertaut dengan roda perekonomian, masyarakat setempat.

Bersepeda  juga memicu tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya lingkungan bersih dan energi ramah lingkungan, bahkan meningkatkan kohesi sosial.

Tour de France sendiri bukan sekedar ajang balap sepeda Profesional beradu Prestasi dalam turnamen-turnamenbalap sepeda lainnya. Salah satunya Negara yang berhasil dengan formula ini adalah Kolombia. Beriklim tropis dan bergeografi mirip dengan Indonesia. Kamboja menjadi atlet –atlet balap sepeda ajang-ajang kelas dunia.

Indonesia sangat punya modal untuk mengikuti jejak kolombia itu. Indonesia sangat pantas memajukan event-event seperti  Tour de Banyuwangi ijen, tour de singkarat atau tour de Indonesia. KARENA BERSEPEDA  ITU BUKAN SEKEDAR OLAH RAGA.

BIONARASI PENULIS :

Suci Trilistiani lahir di Sidorjo  pada tanggal 06 Agustus 2006. Saat ini bertempat tinggal di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Status penulis saat ini  sebagai siswi kelas XI SMAN 1 Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Penulis sangat menyukai menulis khususnya essai.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist