Ayah Kapan Kembali

Desember 2022

Oleh Tabrani Yunis

( Buat anakku Amalina Khairunnisa yang pergi bersama tsunami)

Sambil kau berlari-lari

Kau mengikuti

Mengejar ayah pergi

Lalu jemari-jemarimu seakan menari

Melambaikan tangan mungilmu penuh arti

Mata teduhmu memandang ayah pergi

Dengan senyum kau lepas sendiri

Bertanya, ayah kapan kembali?

Ini rahasia Ilahi

Hanya Tuhanlah yang tahu pasti

Aku hanya mampu menjawab ini

Insya Allah besok pagi

Ternyata ini tanyamu terakhir kali

Seakan esok akan ada lagi di sini

Padahal hidup hanya lah mimpi

Selangkah baru berlari

Seperti di suatu pagi

Kala mentari belum meninggi

Masih di pangkal pagi

Aceh diguncang gempa bumi

Bangunan-bangunan yang berdiri

Sujud ke bumi

Penghuni negeri kocar kacir menyelamatkan diri

Tak kuasa menolak takdir Ilahi

Tsunami pun datang berlari

Meluluhlantak menyapu bumi ini

Seperti kiamat yang terjadi

Semua nafsi nafsi

Menyelamatkan diri sendiri

Hantaman tsunami membawa mati

Memisahkan kita, aku, kau dan kami

Di suatu pagi di Serambi Mekkah ini

Tsunami membawamu pergi

Tak kunjung kembali

Hingga kini

Pertanyaanmu Kapan ayah kembali

Bergelantungan dalam hati

Sebuah memori

Musibah tsunami

Kau tinggalkan aku sendiri

menangisi takdir diri

 

Banda Aceh, 26 Desember 2022

 

Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist