POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Literasi

Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus

Redaksi by Redaksi
November 5, 2024
in Literasi, Pendidikan, POTRET Budaya
0
Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca  Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus - 1f0496b6 9d71 4b15 9acf 0e54d72bdd6e | Literasi | Potret Online

 

Melbourne, Potretonline.com-  Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso membaca
Puisi pada Peluncuran Buku Suara dari Kampus, Guru Australia Indonesia Berpuisi di Deakin University, Melbourne, Australia, tgl 4 November 2024.

Kuncoro Waseso, yang bertindak sebagai pembicara utama pada peluncuran dan bedah buku Antologi puisi karya anggota SATUPENA tersebut merasa tersanjung hadir dalam acara yang dihadiri guru- guru dan dosen Indonesia Australia. Kuncoro membacakan dua puisi, satu dari buku antologi guru yang juga anggota SATUPENA dan puisi karyanya sendiri yang berkisah tentang anaknya. Puisinya cukup menyentuh para hadirin karena ditulis dengan hati atas apa yang dia rasakan terhadap anaknya.

Baca Juga
  • Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca  Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus - F9D6BE6C 96AF 4A57 95B4 9D63094CF370 | Literasi | Potret Online
    POTRET Budaya
    SENDIRI
    16 Mei 2022
  • Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca  Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus - 1000551518_11zon | Literasi | Potret Online
    Duta Literasi
    Menebar Virus Literasi: Menyulut Semangat, Menularkan Perubahan
    02 Mei 2025

Lebih lanjut ia mengatakan, membaca puisi yang ditulis indah oleh para guru dan dosen itu menjadi inspirasi baginya sehingga ia ikut membaca dan menulis puisi yang sudah lama ia tinggalkan karena kesibukan kerja sebagai diplomat. Ia berharap program ini bisa bisa meningkatkan hubungan Indonesia Australia.

Selain keynote speaker Kuncoro, juga bicara Dr Fauziah Afriyani, dosen Indo Global Mandiri University, Palembang dan Prof Rebecca Fanany, dosen Central Queensland University yang diwakili Prof Ismet Fanany karena kondisinya yang lagi sakit.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Literasi Digital, Solusi Pembelajaran Online Lebih Optimal
    14 Agu 2021
  • 02
    Bingkai
    Menulis Itu Seperti Buang Air Besar
    28 Mei 2021

Fauziah membahas buku Suara Dari Kampus melalui perspektif sumber daya manusia yg merupakan bidang kajiannya. Ia juga menawarkan beberapa tindak lanjut dari diskusi untuk pengembangan SDM melalui menulis dan Sastra. Menurutnya, sastra tidak hanya kolaborasi berkarya tetapi juga mempererat hubungan budaya Australia Indonesia dalam meningkatkan kompetensi guru, dosen maupun widyaiswara dalam proses belajar mengajar.

Prof Ismet mereviu tentang puisi antologi ini yang menurutnya sangat inspiratif dan aspiratif dalam menyuarakan persoalan guru di Indonesia dan Australia.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Menulis Berhadiah di Majalah Anak Cerdas
    16 Apr 2024
  • 02
    Aceh
    Putra Singkil dan Putri Bener Meriah Juara Satu Duta Pelajar Kamtibmas
    13 Des 2023

Puisi dapat menjadi nyanyian semakin dalam makna dan gagasannya apalagi jika puisi tersebut ditulis dengan ilmu dan menyentuh hati masyarakat.
Ia mencontohkan Carl Sagan yang terkenal dengan Karya terbesarnya The Pale Blue Dot pada acara teve ” cosmos”. tentang bumi yang dilihat dari antariksa. Ia menyebutnya sebagai titik biru pucat. Melalui foto itu, Sagan menunjukkan bahwa bumi sangatlah kecil, hanya sebesar titik yang berada di tengah luasnya area tata surya dan semesta. Carl Sagan yang visioner menulis buku ini pada tahun 1994.

Lebih lanjut prof Ismet mengatakan satu-satunya negara yang ada pelajaran Bahasa Indonesia yang terstruktur dan sistematis itu hanya negara Australia. Namun sejak kasus pemboman kedutaan Australia, dua jurnalis yang dibunuh dan bom Bali, banyak orang tua yang melarang anaknya belajar Bahasa Indonesia. Peristiwa tersebut memberi kesan Indonesia negeri yang tidak bisa bertoleransi sehingga menurunkan citra.
” Dulu kedekatan Indonesia Australia luar biasa dalam berbagai bidang termasuk pendidikan Bahasa Indonesia, sekarang lebih dominan bidang kesehatan dan pertahanan. Selain itu pilihan berbahasa kompetisinya dengan bahasa lain juga sudah banyak. Karena itu VILTA ( Victoria Indonesian Languages Teachers Association ) , ingin membangun kembali kerjasama Bahasa Indonesia dengan SATUPENA Sumbar, agar Bahasa Indonesia kembali bergairah dan diminati orang-orang Australia”. Tambah Astrid Dux, Vice President VILTA.

Ikut hadir guru Indonesia Australia yang juga penulis buku yakni Abdil Bajili, Zahara Guru PGRI, Eka Teresia guru SMK Negeri 6 , Edrawati guru SMP 13, Yacinta Dosen Monash University, ikut juga menulis puisi Fauziah dan Astrid Dux dengan editor Prof Ismet Fanany.

Ketua SATUPENA Sumbar , Sastri Bakry, sangat berbahagia acara peluncuran buku ini berjalan lancar dan berharap ada tindak lanjut dari pertemuan ini seperti pertukaran guru dan karya-karya berikutnya di bidang sastra dan literasi pendidikan.
Acara ini diakhiri dengan makan bersama dan kesepahaman dengan kerjasama berikutnya yang akan dituangkan dalam MOA ( memorandum of Agreement) terutama untuk syarat, hak dan kewajiban untuk guru berkualifikasi yang akan dilakukan di tahun 2025. Guru- guru dari Sumbar membacakan puisi dengan semangat setelah acara resmi selesai.

Tags: #australia#melbourne
Previous Post

Pemerintah Dalam Cengkeraman Rokok

Next Post

Seuntai Puisi Oui bin Sal

Next Post
Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso Baca  Puisi pada Peluncuran Buku Suara Kampus - de75f996 e6d2 444a a828 68f24925a0e5 | Literasi | Potret Online

Seuntai Puisi Oui bin Sal

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah