• Latest
AWANKAH YANG BERDUSTA

ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA

Juni 21, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA

Balada Kehidupan

Redaksiby Redaksi
Juni 21, 2022
Reading Time: 3 mins read
AWANKAH YANG BERDUSTA
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Zulkifli Abdy

Romantika kehidupan laksana simponi, manakala dawai-dawai jiwa yang kembara dan sanubari direlung sunyi dipetik, dentingannya akan mengeluarkan suara yang indah.

Mengalun mengikuti alur pasang-surut, suka-duka, senang-sedih, riang-gembira, dan terkadang melenakan serta menghanyutkan.

Namun tak jarang pula mesti berakhir dengan prahara yang memusnahkan segala yang pernah ada.

Bagi yang SENIMAN, ada masanya bersinar dan ada pula saatnya meredup, ada yang konsisten dan terus setia dengan profesi diberbagai bidang seni yang digeluti, seraya terus memperjuangkan adanya perlindungan terhadap hak cipta dan royalty atas karya-karya mereka.

Ada pula yang dimabuk sanjungan dan tenggelam di lautan ketenaran, sehingga menjadi jumawa dan lupa daratan, bahkan ada yang terjerumus di lembah narkoba.

Namun tak sedikit pula di antara mereka yang di hari tuanya lebih tertarik untuk menggeluti kehidupan sosial, sembari menata diri di majelis ilmu dan kehidupan beragama.

Bagi yang PENGUSAHA, ada masanya merangkak tertatih-tatih, ada pula waktunya menuai sukses, dan tak jarang juga yang berujung pada kebangkrutan.

Di sektor perdagangan masih lemahnya posisi tawar usaha kecil dan menengah, serta masih kuatnya penguasaan pemilik modal untuk melakukan monopoli bahkan oligopoli di berbagai sektor.

Demikian juga yang bergiat di bidang keteknikan, sebutlah bidang konsultan teknik dan usaha bidang konstruksi pada umumnya. Yang menjadi kendala bukan hanya masalah kompetensi dan profesionalisme, melainkan juga masih lemahnya regulasi yang melindungi dan memayunginya.

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Sehingga sektor ini kerap menjadi “ranah” di mana terjadinya deviasi yang berpotensi dimanfaatkan oleh pengusaha yang lebih punya akses terhadap pihak otoritas, sehingga mengakibatkan iklim usaha dibidang ini cendrung masih belum benar-benar “sehat”.

Bagi yang POLITISI, ada fase membangun basis politik dan mengasah kemampuan serta merancang visi dan misi dalam upaya untuk mencapai tujuan.

Banyak di antara mereka yang meraih sukses, namun tidak sedikit yang belum berhasil dan terus berjuang tidak mengenal putus-asa.

Namun ada pula politisi yang kehilangan jati-diri, sehingga lupa akan tugas dan fungsinya serta rakyat yang diwakili.

Juga semakin terlihatnya jarak yang kian menganga antara idealisme dengan pragmatisme, sehingga berpotensi terbuka pula ruang terjadinya conflict of interest, hal mana lebih disebabkan karena faktor kepentingan dan godaan duniawi semata.

Bagi yang BIROKRAT, yang meniti karir dari jenjang yang paling bawah tentu pernah mengalami masa-masa yang bersahaja.

Seiring berjalannya waktu dan terus bergulirnya masa pengabdian, sehingga dapat meniti karir dengan baik dan meraih kedudukan yang terhormat. Namun ada pula yang tergelincir karena menyalahi kewenangan dan mengambil sesuatu yang bukan haknya, sehingga terjebak dalam perilaku koruptif.

Bagi yang PETANI dan NELAYAN, yang sejatinya sangat diuntungkan oleh tersedianya lahan yang sangat luas dan subur, serta dianugerahi pula dengan iklim tropis yang ideal untuk bercocok tanam dan budi-daya. Sebagian di antara mereka berhasil menjadi petani dan nelayan yang menuai sukses karena mampu mengelola sumber-daya menjadi potensi.

Namun tak sedikit di antara mereka yang gagal karena berbagai faktor; kemarau panjang, varietas tanaman yang tertinggal oleh kemajuan teknologi, subsidi dan afirmasi pemerintah yang masih relatif kecil, tata niaga hasil pertanian yang belum berpihak pada nasib petani, bahkan sebagian dari mereka ada yang menjadi korban tengkulak dan pemilik modal yang hendak menguasai segalanya, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Itulah agaknya “balada” kehidupan yang mesti dilakoni setiap orang dengan profesinya, dan masing-masing tentu akan memilih jalannya sendiri sebagai way of life.

ADVERTISEMENT

Ketika hidup harus memilih, mungkin yang dibutuhkan tidak hanya langkah tindak, melainkan juga langkah bijak dalam menentukan arah dan isyarat kemana langkah hendak diayunkan. Serta apa saja kiranya yang mesti dipegang teguh, dan apa yang mesti diwaspadai agar terhindar dari prahara sehingga menemukan jalan menuju kebahagiaan.

Simponi mengalun indah dalam nada-nada sendu yang menghanyutkan, di seberang sana bayang-bayang prahara senatiasa menghantui. Lalu kita sesungguhnya hendak kemana?

Kita berharap, nyanyian simponi jangan sampai menjadi ironi, dan balada prahara jangan sampai memantik petaka.

Wallahu a’lamu bisshawab.

(Z.A)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Nasi Biryani Bukti Keakraban India dan Aceh?

Nasi Biryani Bukti Keakraban India dan Aceh?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com