• Latest
Jangan Diam, Suarakan Palestina! - 1000556302_11zon | Bela Palestina | Potret Online

Jangan Diam, Suarakan Palestina!

Mei 4, 2025
Pendidikan SD

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;Kartini Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Jangan Diam, Suarakan Palestina! - 1001348646_11zon | Bela Palestina | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Jangan Diam, Suarakan Palestina! - 1001353319_11zon | Bela Palestina | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Jangan Diam, Suarakan Palestina!

Redaksi by Redaksi
Mei 4, 2025
in Bela Palestina, Palestina
Reading Time: 3 mins read
0
Jangan Diam, Suarakan Palestina! - 1000556302_11zon | Bela Palestina | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Dhia Salsabila

Mahasiswi akhir DIII Sanitasi, 

Poltekkes Kemenkes Aceh

Baca Juga
  • Ayyash di Bawah Langit Terluka
  • Soal BoP, Kalian Ikut Tokoh Agama atau Mahasiswa

Kadep. kaderisasi KAMMI Aceh Besar

Penderitaan yang terus dirasakan oleh rakyat Palestina semakin berat.  Setiap hari, berita kehilangan nyawa menjadi hal biasa untuk mereka. Bangunan -bangunan hancur bagai debu yang berterbangan begitu saja. Nyawa, mereka relakan untuk menjaga tanah Al-Aqsa, tanahnya umat Muslim. 

Baca Juga
  • Board of Peace: Legitimasi Penjajahan yang Mengkhianati Sejarah dan Konstitusi Indonesia
  • Standar Ganda dalam Empati Global: Membaca Konflik Gaza–Israel Secara Kritis dan Konsisten

Setiap jeritan dan air mata mereka adalah bukti nyata bahwa kemanusiaan sedang diuji di hadapan kita.  Apakah sepatutnya kita hanya diam?  Melihatnya bagai hal biasa yang terjadi?   Tembakan, bom, bahkan suara dentuman keras menjadi makanan mereka sehari-hari. 

Masih sanggupkah kita hanya diam?  

Baca Juga
  • Derita Palestina Adalah Derita Kaum Muslimin, Janganlah Kita Melupakan Mereka
  • Gaza yang Tak Pernah Padam

Pura-pura tak tahu apa-apa?  

Padahal media sosial sudah banyak menyuarakan. 

Betapa pilunya, di saat mereka berjuang bertahan hidup, kita terkadang hanya sekadar menggulir layar tanpa benar-benar peduli.

Di mana hati nurani kita sebagai saudara muslim?   Sekali lagi, di mana HATI KITA SEBAGAI SAUDARA MUSLIM?   

Sanggupkah kita hanya diam?  

Bahkan dengan santainya kita memakai, membeli, bahkan menggunakan barang-barang boikot, yang jelas-jelas sudah bekerja sama dengan Laknatullah.

Tidakkah hati ini tergerak melihat anak-anak kecil kehilangan keluarga, kehilangan masa depan, sementara kita masih sibuk dengan kenyamanan sendiri?  Di mana kontribusi kita sebagai khalifah di bumi ini? 

Jika hal sekecil boikot saja tidak bisa kita tahan?  Bangkitlah kita, sadarkan diri kita!  

Kita tak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan mereka yang mempertahankan tanah Al-Aqsa, takbir! 

Jangan biarkan sejarah mencatat kita sebagai generasi yang hanya menonton tanpa berbuat apa-apa.  Mereka di sana, jangankan berpikir untuk makan, masih diberikan keselamatan hidup saja sudah bersyukur.  Setiap hari mereka bangun dengan harapan sederhana “bisa bertahan satu hari lagi”.

Lantas kita?   Berada di negara yang aman dari genosida saja tak mampu untuk menahan…?  Bukankah seharusnya kita malu, ketika mereka tetap tegar meski kehilangan segalanya, sementara kita masih ragu untuk berkorban sedikit saja? 

Naudzubillah, jika nanti di hadapan Allah, anggota tubuh kita bersaksi bahwa kita hanya diam melihat penderitaan rakyat Palestina.  Itu kah yang kita mauu?  

Sekali  lagi, Itukah yang kita mau?  

Jangan tunggu sampai penyesalan datang, karena waktu tak akan pernah kembali. 

Rakyat Palestina tidak akan menyerah, karena mereka yakin, suatu hari nanti, ada masanya, sinar indah menyinari mereka, keajaiban pasti mereka rasakan, Palestina akan jaya, dan yang gugur di perjalanan akan syahid dan syurga jaminan bagi mereka 

Mereka yakin, Allah tidak pernah tidur, dan setiap tetes darah yang tumpah akan menjadi saksi di hari pembalasan. Sudahi diammu, mari kita suarakan bersama-sama. 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Jangan Diam, Suarakan Palestina! - IMG 20250504 WA0015 | Bela Palestina | Potret Online

PHK Massal di media Massa dan Lahirnya Angkatan Displaced Journalist

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com