POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan

Gambung, Hujan, dan Kenangan

Catatan Didin Tulus

Didin Tulus by Didin Tulus
April 26, 2025
in Catatan Perjalanan
0
Gambung, Hujan, dan Kenangan - WhatsApp Image 2025 04 26 at 03.30.00_127b7e49 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Oleh Didin Tulus

Gambung? Gasss!” Begitu kira-kira reaksi saya saat anak-anak tiba-tiba ngajakin jalan-jalan. Sudah lama banget pengen nginjakin kaki lagi di Ciwidey, menghirup udara segarnya. Apalagi Gambung, tempat yang punya kenangan tersendiri.

Pagi itu, jam setengah tujuh, Cimahi masih diselimuti gerimis. Tapi semangat kami sekeluarga udah membara. Istri naik Grab, saya bonceng anak-anak ke sekolah istri, tempat kami janjian sama keluarga teman-temannya.

Baca Juga
  • Gambung, Hujan, dan Kenangan - IMG_0023 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Catatan Perjalanan
    Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya
    23 Feb 2026
  • Gambung, Hujan, dan Kenangan - ca7c39f0 08e0 40fa 86ce cbce73f8f0e6 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    #Petaka
    Nias 2005: Mengukir Sejarah, Menyelamatkan Arsip
    26 Mar 2025

Petualangan hari ini: Gambung! jam delapan pagi, mobil kami meluncur mulus di tol Baros menuju Ciwidey. Jalanan lengang, beda banget sama biasanya yang macet turis. Jam sembilan lebih, kami mampir dulu di Soreang, di rumah keluarga teman istri.

Sambil nunggu rombongan lain, kami sarapan bakso anget dan ngopi (saya sih setia sama kopi dari rumah). Rombongan kami jadi makin rame, tiga mobil!Jam 9.52, kami lanjut jalan ke Ciwidey. Nggak pake lama karena jalanan lancar. Eh, pas nyampe parkiran Perkebunan Teh Gambung, hujan deres turun.

Baca Juga
  • Gambung, Hujan, dan Kenangan - IMG_9128 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Abdya
    Manggeng, Maafkan Hanya Sejenak
    27 Jul 2024
  • Gambung, Hujan, dan Kenangan - A7D9EE32 D57A 4291 8253 F4F9E65FC692 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Berbagi
    The Old Man and The Bus
    10 Nov 2022

Pas banget adzan Jumat! Saya dan rombongan bapak-bapak langsung ke masjid Gambung. Wudhu di sana jadi pengalaman tak terlupakan: airnya dinginnya kayak es!Selesai shalat Jumat, kami masuk ke area perkantoran dan pabrik teh.

Di sini ibu-ibu mulai pada masak-masak. Bapak-bapak sibuk nyiapin kompor dan gas. Hujan rintik-rintik bikin suasana makin asik. Kami ketawa-ketiwi sambil nyicipin mendoan, cireng, dimsum, sosis, dan macem-macem camilan. Anget deh pokoknya!Saya ngajak istri jalan-jalan bentar di sekitar kebun teh buat foto-foto.

Baca Juga
  • Gambung, Hujan, dan Kenangan - 0BCBD5CE 39F4 4D6C 9AB9 DD09C376B155 scaled | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Aceh Besar
    Ke Jalin, Berbagi dan Menikmati Keindahan Alam
    09 Jul 2025
  • Gambung, Hujan, dan Kenangan - IMG_5501 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Artikel
    Menjelajah 5 Tempat Wisata Menarik di Bangkok
    27 Jun 2023

Pengen ngulang kenangan masa lalu, waktu pertama kali ke Gambung bareng temen-temen literasi, nyusurin kisah pendiri Gambung di novel Hella S. Haasse. Dulu nggak sempet foto, sekarang mah wajib!Perkebunan Teh Gambung emang punya daya tarik sendiri.

Selain pemandangan hijaunya yang bikin adem, udaranya juga seger banget. Tempat ini, yang ada di kaki Gunung Tilu, bukan cuma tempat produksi teh, tapi juga destinasi wisata yang menarik, apalagi buat keluarga dan anak-anak yang pengen belajar tentang teh.Perkebunan ini udah ada sejak zaman Belanda dan jadi salah satu pusat penelitian teh terbesar di Asia Tenggara.

Selain pemandangan alam yang indah, pengunjung juga bisa ikut kegiatan edukasi, liat langsung cara nanam, ngerawat, dan ngolah teh. Fasilitasnya lengkap, ada laboratorium, perpustakaan, dan banyak spot foto yang instagramable.Ngebayangin jalan di antara barisan tanaman teh yang rapi, metik daun teh seger, dan nikmatin pemandangan gunung yang menawan, pasti jadi pengalaman yang nggak terlupakan.

Apalagi katanya tempat ini punya nilai sejarah yang tinggi.Setelah puas jalan-jalan dan foto-foto, kami balik lagi ke rombongan. Makan siang dengan menu khas Bandung di tengah kebun teh yang sejuk rasanya nikmat banget.

Walaupun hujan masih belum berhenti total, kehangatan kebersamaan dan indahnya alam Gambung bikin dinginnya nggak kerasa.Jam 18.28, kami udah di tol, siap pulang. Puas banget rasanya! Jam 19.50, kami udah nyampe lagi di Cimahi. Perjalanan ke Gambung kali ini, walaupun diawali dengan hujan, bener-bener seru dan penuh kenangan. Gambung emang selalu punya cerita buat dikenang.*

Penulis tinggal di Kota Cimahi.

Tags: CatatanPerjalananJalan-jalan
Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

Agama di Tengah Arus Disrupsi: Menimbang Peran Spiritualitas dalam Menjawab Krisis Moral dan Ekonomi

Next Post
Gambung, Hujan, dan Kenangan - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Catatan Perjalanan | Potret Online

Agama di Tengah Arus Disrupsi: Menimbang Peran Spiritualitas dalam Menjawab Krisis Moral dan Ekonomi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah