• Latest
Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 1000523408_11zon | #Tabrani Yunis | Potret Online

Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo

April 22, 2025
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
April 22, 2025
in #Tabrani Yunis, Aceh Tengah, Catatan Perjalanan, Cerita Perjalanan, Danau laut tawar, Duta Wisata, Jalan-Jalan, Pariwisata, Takengon, Tips Wisata, Traveling, traveloka, Wisata
Reading Time: 4 mins read
0
Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 1000523408_11zon | #Tabrani Yunis | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Tabrani Yunis

Bila berwisata ke daratan tinggi Gayo, sebaiknya sediakan waktu lebih banyak. Jangan satu hari. Waktu satu hari tidak cukup  untuk berlibur ke Negeri Seribu Bukit ini. Apalagi kalau berwisata dalam momentum hari raya, seperti Idul Fitri. Kota Takengon yang merupakan ibu kota Aceh Tengah itu selalu padat dengan pengunjung dari berbagai penjuru, termasuk wisatawan lokal di Aceh.  Jalan-jalan di kota dan di sekeliling danau Laut Tawar,   Yang luasnya sekitar 5472 hektar itu, tak akan tergapai semua tempat. 

Jangankan semua tempat, untuk satu tempat saja tidak akan cukup waktu. Sebab, dalam momentum hari raya, banyak sekali pendatang yang berkunjung untuk menikmati alam anugerah Allah ini  Banyaknya pendatang, pasti membawa dampak bagi perjalanan kita. Misalnya, ketika masuk ke kota dan melewati pinggiran danau, jalan -jalan yang yang dilewati mengalami kemacetan.  

Tak dapat dimungkiri bahwa kemacetan itu membuat waktu terkuras di jalan. Sehingga rasa bosan dan lelah pun menghampiri dan menguras semangat. Pikiran akan selalu dihantui oleh rasa tidak cukup waktu. Ya, semua itu membuat kita semakin tidak cukup waktu untuk dapat menikmati objek wisata yang kita tuju di kota dingin ini.

Kita bisa bayangkan, dengan waktu yang sedikit dan terbatas itu. Apalagi ketika datang, tidak dilandasi oleh sebuah perencanaan wisata yang matang. Misalnya, ketika berada di Kota penghasil kopi ini, destinasi wisata mana saja yang akan dikunjungi. Apakah kita sudah memiliki informasi yang cukup tentang destinasi itu. Berapa besar anggaran yang dimiliki, hingga mudah memilih destinasbyang sesuai kemampuan finansial masing-masing dan sebagainya. Lalu, ketika berkunjung ke satu destinasi wisata di dataran tinggi ini, apa saja yang bisa dinikmati. Ya, itu adalah beberapa persiapan yang hendaknya dipersiapkan ketika mau berliburan atau berwisata ke destinasi wisata di Aceh Tengah.

Pengalaman kami dan keluarga berwisata sehari di Takengon, pada momentum hari raya Idul Fitri 2025 yang lalu, memberikan banyak pelajaran penting. Tidak salah kata pepatah, jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup, banyak yang dapat dirasakan. Namun, kata-kata bijak itu tidak bermakna tidak diawali dengan sebuah rencana wisata yang matang. Juga kehilangan makna bila kita tidak bisa mengambil pembelajaran dari setiap perjalanan dan dari lamanya masa perjalanan itu.

Kita semua setuju bahwa di setiap perjalanan yang kita lakukan, ada banyak tempat tang kita lihat dan banyak informasi yang masuk ke pikiran atau otak kita. Semua informasi dan kesan itu akan kita bisa nikmati ketika kita memiliki waktu untuk menikmati perjalanan, suka mengamati apa yang ada dan terjadi di sepanjang jalan. Semua itu tentu tidak kita dapatkan apabila sepanjang perjalanan kita tidur dengan pulas.

Dalam momentum lebaran ke Takengon, 

Jangan  pernah datang langsung ke Takengon, kalau belum melakukan reservasi hotel. Karena dalam momen lebaran, semua hotel, penginapan, wisma atau home stay penuh dan kita tidak dapat kamar untuk menginap. Jadi kacau bukan?

Kami telah mendapatkan pembelajaran itu.

Ya, tidak salah kalau dalam perjalanan wisata ke dataran tinggi Gayo itu memberikan banyak pelajaran bagi kami. Misalnya, kesiapan sebelum berangkat. Hal yang perlu dipersiapkan adalah hotel, tempat menginap ketika ingin menghabiskan waktu lebih dari satu atau dua hari. Maka, karena tidak lebih dahulu reservasi hotel atau penginapan, kami terpaksa tidak bisa berangkat ke Takengon saat sudah berada di Bireun dan harus kembali ke rumah di Ule Gle.

Bukan hanya itu, ketika tiba di lokasi destinasi wisata pun cukup banyak pembelajaran yang bisa  dipetik. Misalnya, ketika  memilih satu tempat atau destinasi wisata. Katakanlah ingin memilih sebuah cafe di pinggir danau Laut Tawar yang menuju arah Bintang.

Sebut sajalah di cafe Dallof cafe and stay. Sebuah cafe yang berada di pinggir danau Laut Tawar. Selintas kita tidak tahu kalau tempat ini cukup menarik. Pandangan pertama hanya terlihat sebuah bangunan yang tidak begitu besar, berwarna putih dengan tulisan “Dallof Cafe and Stay”.  Di bangunan itu tersedia sejumlah meja, layaknya cafe dengan desain biasa dilengkapi dengan mesin pembuat kopi dan meja kasir. Dari dalam kita bisa memandang keindahan alam yang ditawarkan oleh danau laut Tawar tersebut.

Selintas begitu, tidak begitu menggoda. Namun, setelah masuk ke cafe dan  memesan makanan dan minuman, mata pun mengarah ke bagian bawah, ke lembah yang seakan langsung mengajak kita untuk turun ke bibir danau. Ya, di depan cafe ada jalan turun ke bibir danau dengan melewati jalan menurun dan berbelok. Jalan itu bisa dilewati mobil, tapi bagi yang tidak lihat, pasti akan urung membawa mobil ke bawah. Hebatnya di sini, para pelayan atau pramuwisata sangat lihat menggunakan sepeda motor untuk mengantar makanan dari atas ke bawah atau sebaliknya. Cara mereka begitu menakjubkan.

Nah, di bawah, di bibir danau sudah dirancang tempat sedemikian rupa. Kita bisa duduk di meja di bawah tenda -tenda di bibir danau, dan juga tenda yang dibuat di dalam danau sambil menyaksikan ikan-ikan kecil yang dikenal dengan ikan depik berenang bergerombol. Tempat itu juga menawarkan  indahnya pemandangan danau yang terbentang luas itu. 

Sangat cocok bagi pembuat content atau bagi yang suka berfoto keluarga, bersama atau selfie dengan background foto danau nan indah yang dikelilingi bukit-bukit tinggi menjulang.

Ya, sambil menunggu pesanan makanan dan minuman tang telah dipesan, semilir angin danau bertiup sepoi-sepoi, seakan membawa butir-butir air dari danau yang sejuk itu. Tubuh terasa segar dan mata begitu dimanjakan oleh pemandangan alam di sekitar danau yang dikelilingi bukit-bukit tinggi yang ditumbuhi oleh pinus-pinus dan kebun kopi. Bagi penggemar acara diskusi, tempat ini sangat cocok dan pas untuk berdiskusi atau peh tem, tidak bising, sejuk dan indah.

Untuk bisa menikmati rahmat Allah di tempat ini saja rasanya tidak cukup waktu sehari. Apalagi kalau ingin menikmati fasilitas keliling danau dengan speedboat atau jetsky, pasti waktu satu hari hanya bisa di satu tempat saja, tidak bisa ke destinasi yang lain. Oleh sebab itu, persiapkan diri dan waktu kalau mau menikmati indah dan eloknya destinasi wisata di Tanah Gayo 

Share234SendTweet146Share
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Next Post
Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 8f756d96 fe26 4731 9d0e a691c4c15a6f | #Tabrani Yunis | Potret Online

Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com