POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Tabrani Yunis

Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
April 22, 2025
in #Tabrani Yunis, Aceh Tengah, Catatan Perjalanan, Cerita Perjalanan, Danau laut tawar, Duta Wisata, Jalan-Jalan, Pariwisata, Takengon, Tips Wisata, Traveling, traveloka, Wisata
0
Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 1000523408_11zon | #Tabrani Yunis | Potret Online

Oleh Tabrani Yunis

Bila berwisata ke daratan tinggi Gayo, sebaiknya sediakan waktu lebih banyak. Jangan satu hari. Waktu satu hari tidak cukup  untuk berlibur ke Negeri Seribu Bukit ini. Apalagi kalau berwisata dalam momentum hari raya, seperti Idul Fitri. Kota Takengon yang merupakan ibu kota Aceh Tengah itu selalu padat dengan pengunjung dari berbagai penjuru, termasuk wisatawan lokal di Aceh.  Jalan-jalan di kota dan di sekeliling danau Laut Tawar,   Yang luasnya sekitar 5472 hektar itu, tak akan tergapai semua tempat. 

Jangankan semua tempat, untuk satu tempat saja tidak akan cukup waktu. Sebab, dalam momentum hari raya, banyak sekali pendatang yang berkunjung untuk menikmati alam anugerah Allah ini  Banyaknya pendatang, pasti membawa dampak bagi perjalanan kita. Misalnya, ketika masuk ke kota dan melewati pinggiran danau, jalan -jalan yang yang dilewati mengalami kemacetan.  

Baca Juga
  • Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - IMG_5501 | #Tabrani Yunis | Potret Online
    Artikel
    Menjelajah 5 Tempat Wisata Menarik di Bangkok
    27 Jun 2023
  • Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 54BAD4EB DE74 490F B190 0A17A61603DE | #Tabrani Yunis | Potret Online
    Aceh
    KAKI MELANGKAH, MATA MENATAP, HATI MENIKMATI KEINDAHAN MUSIUM PIDIE JAYA.
    14 Mar 2023

Tak dapat dimungkiri bahwa kemacetan itu membuat waktu terkuras di jalan. Sehingga rasa bosan dan lelah pun menghampiri dan menguras semangat. Pikiran akan selalu dihantui oleh rasa tidak cukup waktu. Ya, semua itu membuat kita semakin tidak cukup waktu untuk dapat menikmati objek wisata yang kita tuju di kota dingin ini.

Kita bisa bayangkan, dengan waktu yang sedikit dan terbatas itu. Apalagi ketika datang, tidak dilandasi oleh sebuah perencanaan wisata yang matang. Misalnya, ketika berada di Kota penghasil kopi ini, destinasi wisata mana saja yang akan dikunjungi. Apakah kita sudah memiliki informasi yang cukup tentang destinasi itu. Berapa besar anggaran yang dimiliki, hingga mudah memilih destinasbyang sesuai kemampuan finansial masing-masing dan sebagainya. Lalu, ketika berkunjung ke satu destinasi wisata di dataran tinggi ini, apa saja yang bisa dinikmati. Ya, itu adalah beberapa persiapan yang hendaknya dipersiapkan ketika mau berliburan atau berwisata ke destinasi wisata di Aceh Tengah.

Baca Juga
  • 167DA95A-63F2-41D9-BA67-2C444255966E_11zon
    Essay
    Pendaratan Darurat
    19 Mar 2022
  • IMG_4033
    Artikel
    Tapaktuan Nan Elok
    07 Apr 2026

Pengalaman kami dan keluarga berwisata sehari di Takengon, pada momentum hari raya Idul Fitri 2025 yang lalu, memberikan banyak pelajaran penting. Tidak salah kata pepatah, jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup, banyak yang dapat dirasakan. Namun, kata-kata bijak itu tidak bermakna tidak diawali dengan sebuah rencana wisata yang matang. Juga kehilangan makna bila kita tidak bisa mengambil pembelajaran dari setiap perjalanan dan dari lamanya masa perjalanan itu.

Kita semua setuju bahwa di setiap perjalanan yang kita lakukan, ada banyak tempat tang kita lihat dan banyak informasi yang masuk ke pikiran atau otak kita. Semua informasi dan kesan itu akan kita bisa nikmati ketika kita memiliki waktu untuk menikmati perjalanan, suka mengamati apa yang ada dan terjadi di sepanjang jalan. Semua itu tentu tidak kita dapatkan apabila sepanjang perjalanan kita tidur dengan pulas.

Baca Juga
  • 01
    Cerita
    CUT NYAK MEUTIA SRIKANDI BERPARAS JELITA
    10 Des 2021
  • Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 2025 06 03 15 37 47 | #Tabrani Yunis | Potret Online
    Catatan Perjalanan
    Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional
    03 Jun 2025

Dalam momentum lebaran ke Takengon, 

Jangan  pernah datang langsung ke Takengon, kalau belum melakukan reservasi hotel. Karena dalam momen lebaran, semua hotel, penginapan, wisma atau home stay penuh dan kita tidak dapat kamar untuk menginap. Jadi kacau bukan?

Kami telah mendapatkan pembelajaran itu.

Ya, tidak salah kalau dalam perjalanan wisata ke dataran tinggi Gayo itu memberikan banyak pelajaran bagi kami. Misalnya, kesiapan sebelum berangkat. Hal yang perlu dipersiapkan adalah hotel, tempat menginap ketika ingin menghabiskan waktu lebih dari satu atau dua hari. Maka, karena tidak lebih dahulu reservasi hotel atau penginapan, kami terpaksa tidak bisa berangkat ke Takengon saat sudah berada di Bireun dan harus kembali ke rumah di Ule Gle.

Bukan hanya itu, ketika tiba di lokasi destinasi wisata pun cukup banyak pembelajaran yang bisa  dipetik. Misalnya, ketika  memilih satu tempat atau destinasi wisata. Katakanlah ingin memilih sebuah cafe di pinggir danau Laut Tawar yang menuju arah Bintang.

Sebut sajalah di cafe Dallof cafe and stay. Sebuah cafe yang berada di pinggir danau Laut Tawar. Selintas kita tidak tahu kalau tempat ini cukup menarik. Pandangan pertama hanya terlihat sebuah bangunan yang tidak begitu besar, berwarna putih dengan tulisan “Dallof Cafe and Stay”.  Di bangunan itu tersedia sejumlah meja, layaknya cafe dengan desain biasa dilengkapi dengan mesin pembuat kopi dan meja kasir. Dari dalam kita bisa memandang keindahan alam yang ditawarkan oleh danau laut Tawar tersebut.

Selintas begitu, tidak begitu menggoda. Namun, setelah masuk ke cafe dan  memesan makanan dan minuman, mata pun mengarah ke bagian bawah, ke lembah yang seakan langsung mengajak kita untuk turun ke bibir danau. Ya, di depan cafe ada jalan turun ke bibir danau dengan melewati jalan menurun dan berbelok. Jalan itu bisa dilewati mobil, tapi bagi yang tidak lihat, pasti akan urung membawa mobil ke bawah. Hebatnya di sini, para pelayan atau pramuwisata sangat lihat menggunakan sepeda motor untuk mengantar makanan dari atas ke bawah atau sebaliknya. Cara mereka begitu menakjubkan.

Nah, di bawah, di bibir danau sudah dirancang tempat sedemikian rupa. Kita bisa duduk di meja di bawah tenda -tenda di bibir danau, dan juga tenda yang dibuat di dalam danau sambil menyaksikan ikan-ikan kecil yang dikenal dengan ikan depik berenang bergerombol. Tempat itu juga menawarkan  indahnya pemandangan danau yang terbentang luas itu. 

Sangat cocok bagi pembuat content atau bagi yang suka berfoto keluarga, bersama atau selfie dengan background foto danau nan indah yang dikelilingi bukit-bukit tinggi menjulang.

Ya, sambil menunggu pesanan makanan dan minuman tang telah dipesan, semilir angin danau bertiup sepoi-sepoi, seakan membawa butir-butir air dari danau yang sejuk itu. Tubuh terasa segar dan mata begitu dimanjakan oleh pemandangan alam di sekitar danau yang dikelilingi bukit-bukit tinggi yang ditumbuhi oleh pinus-pinus dan kebun kopi. Bagi penggemar acara diskusi, tempat ini sangat cocok dan pas untuk berdiskusi atau peh tem, tidak bising, sejuk dan indah.

Untuk bisa menikmati rahmat Allah di tempat ini saja rasanya tidak cukup waktu sehari. Apalagi kalau ingin menikmati fasilitas keliling danau dengan speedboat atau jetsky, pasti waktu satu hari hanya bisa di satu tempat saja, tidak bisa ke destinasi yang lain. Oleh sebab itu, persiapkan diri dan waktu kalau mau menikmati indah dan eloknya destinasi wisata di Tanah Gayo 

Previous Post

Menulis Artikel untuk Publikasi: Upaya Pencerahan Intelektual dan Pengembangan Keilmuan dalam Dunia Pendidikan

Next Post

Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus

Next Post
Memetik Buah Berlibur di Tanah Gayo - 8f756d96 fe26 4731 9d0e a691c4c15a6f | #Tabrani Yunis | Potret Online

Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah