• Latest
ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA - 36AB306B 9E5C 4982 BA3F 6A563392C695 | Essay | Potret Online

ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA

Juni 21, 2022
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA - 1001348646_11zon | Essay | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA - 1001353319_11zon | Essay | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA - 1001361361_11zon | Essay | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA

Balada Kehidupan

Redaksi by Redaksi
Juni 21, 2022
in Essay
Reading Time: 3 mins read
0
ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA - 36AB306B 9E5C 4982 BA3F 6A563392C695 | Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Zulkifli Abdy

Romantika kehidupan laksana simponi, manakala dawai-dawai jiwa yang kembara dan sanubari direlung sunyi dipetik, dentingannya akan mengeluarkan suara yang indah.

Baca Juga
  • ORANG DALAM
  • Mendengar, Bicara, Membaca dan Menulis

Mengalun mengikuti alur pasang-surut, suka-duka, senang-sedih, riang-gembira, dan terkadang melenakan serta menghanyutkan.

Namun tak jarang pula mesti berakhir dengan prahara yang memusnahkan segala yang pernah ada.

Baca Juga
  • Kesetiaan dan Loyalitas Yang Tak Boleh Meredup Sebagai Penyuluh dan Penerang Batin
  • Aku dan Harun Anakku, Tatkala Langsat Montasik Mulai Matang

Bagi yang SENIMAN, ada masanya bersinar dan ada pula saatnya meredup, ada yang konsisten dan terus setia dengan profesi diberbagai bidang seni yang digeluti, seraya terus memperjuangkan adanya perlindungan terhadap hak cipta dan royalty atas karya-karya mereka.

Ada pula yang dimabuk sanjungan dan tenggelam di lautan ketenaran, sehingga menjadi jumawa dan lupa daratan, bahkan ada yang terjerumus di lembah narkoba.

Baca Juga
  • Banjir Biasa yang Luar Biasa
  • Elliott Ness

Namun tak sedikit pula di antara mereka yang di hari tuanya lebih tertarik untuk menggeluti kehidupan sosial, sembari menata diri di majelis ilmu dan kehidupan beragama.

Bagi yang PENGUSAHA, ada masanya merangkak tertatih-tatih, ada pula waktunya menuai sukses, dan tak jarang juga yang berujung pada kebangkrutan.

Di sektor perdagangan masih lemahnya posisi tawar usaha kecil dan menengah, serta masih kuatnya penguasaan pemilik modal untuk melakukan monopoli bahkan oligopoli di berbagai sektor.

Demikian juga yang bergiat di bidang keteknikan, sebutlah bidang konsultan teknik dan usaha bidang konstruksi pada umumnya. Yang menjadi kendala bukan hanya masalah kompetensi dan profesionalisme, melainkan juga masih lemahnya regulasi yang melindungi dan memayunginya.

Sehingga sektor ini kerap menjadi “ranah” di mana terjadinya deviasi yang berpotensi dimanfaatkan oleh pengusaha yang lebih punya akses terhadap pihak otoritas, sehingga mengakibatkan iklim usaha dibidang ini cendrung masih belum benar-benar “sehat”.

Bagi yang POLITISI, ada fase membangun basis politik dan mengasah kemampuan serta merancang visi dan misi dalam upaya untuk mencapai tujuan.

Banyak di antara mereka yang meraih sukses, namun tidak sedikit yang belum berhasil dan terus berjuang tidak mengenal putus-asa.

Namun ada pula politisi yang kehilangan jati-diri, sehingga lupa akan tugas dan fungsinya serta rakyat yang diwakili.

Juga semakin terlihatnya jarak yang kian menganga antara idealisme dengan pragmatisme, sehingga berpotensi terbuka pula ruang terjadinya conflict of interest, hal mana lebih disebabkan karena faktor kepentingan dan godaan duniawi semata.

Bagi yang BIROKRAT, yang meniti karir dari jenjang yang paling bawah tentu pernah mengalami masa-masa yang bersahaja.

Seiring berjalannya waktu dan terus bergulirnya masa pengabdian, sehingga dapat meniti karir dengan baik dan meraih kedudukan yang terhormat. Namun ada pula yang tergelincir karena menyalahi kewenangan dan mengambil sesuatu yang bukan haknya, sehingga terjebak dalam perilaku koruptif.

Bagi yang PETANI dan NELAYAN, yang sejatinya sangat diuntungkan oleh tersedianya lahan yang sangat luas dan subur, serta dianugerahi pula dengan iklim tropis yang ideal untuk bercocok tanam dan budi-daya. Sebagian di antara mereka berhasil menjadi petani dan nelayan yang menuai sukses karena mampu mengelola sumber-daya menjadi potensi.

Namun tak sedikit di antara mereka yang gagal karena berbagai faktor; kemarau panjang, varietas tanaman yang tertinggal oleh kemajuan teknologi, subsidi dan afirmasi pemerintah yang masih relatif kecil, tata niaga hasil pertanian yang belum berpihak pada nasib petani, bahkan sebagian dari mereka ada yang menjadi korban tengkulak dan pemilik modal yang hendak menguasai segalanya, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Itulah agaknya “balada” kehidupan yang mesti dilakoni setiap orang dengan profesinya, dan masing-masing tentu akan memilih jalannya sendiri sebagai way of life.

Ketika hidup harus memilih, mungkin yang dibutuhkan tidak hanya langkah tindak, melainkan juga langkah bijak dalam menentukan arah dan isyarat kemana langkah hendak diayunkan. Serta apa saja kiranya yang mesti dipegang teguh, dan apa yang mesti diwaspadai agar terhindar dari prahara sehingga menemukan jalan menuju kebahagiaan.

Simponi mengalun indah dalam nada-nada sendu yang menghanyutkan, di seberang sana bayang-bayang prahara senatiasa menghantui. Lalu kita sesungguhnya hendak kemana?

Kita berharap, nyanyian simponi jangan sampai menjadi ironi, dan balada prahara jangan sampai memantik petaka.

Wallahu a’lamu bisshawab.

(Z.A)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
ANTARA NYANYIAN SIMPONI DAN BALADA PRAHARA - CA0C811F D82B 4C20 9B3C 030F2F917A4A | Essay | Potret Online

Nasi Biryani Bukti Keakraban India dan Aceh?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com