Covid, Sudahi Kabarmu!
Karya Munawar Khalid Pelajar MTsN 1 Aceh Tamiang Enyahlah, jangan mewabah lagi Aku lelah dengan kehadiranmu Jenggah...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya Munawar Khalid Pelajar MTsN 1 Aceh Tamiang Enyahlah, jangan mewabah lagi Aku lelah dengan kehadiranmu Jenggah...
Sunyi Diri hidup cuma mampir berbakti kepada pemilik diri dan semesta yang diberkati hidup cuma mengulang hari...
_: dari U. H_ Oleh Riami Berdomisili di Malang, Jawa Timur Senja masih membersamai gerimis Sebungkus teh...
MENGGENGGAM WAKTU Jika waktu bukan cintaku niscaya punah serupa pecahnya buih-buih di tepian dan aku terpelanting...
Oleh Rona Herawati Mahasiswi Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Begitu mungil wujudmu Namun, Warna putihmu tampak indah di...
Bagi : Lien Linda Karya; Zab Bransah Atas kehadiranmu, memberi arti makna kehidupan ini untuk setiap bunda yang...
Sulaiman Juned luka membatu hati berlagu luka membiru senyum membeku kita bersulang menimang mimpi. Pagi yang bening...
Oleh: Hida AK ngiiing! terdengar bunyi mendenging gadis kecil masih bergeming, memastikan arah suara yang kian...
Elje Story /1/ Udara dingin bermesraan dengan hujan sedari malam Matahari belum masuk sif jaga Kamu telah...