Ibu
Sri Ramona Hus (Ustazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya) Ibu Ratu yang tak bermahkota Namun bertelapak...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Sri Ramona Hus (Ustazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya) Ibu Ratu yang tak bermahkota Namun bertelapak...
Dok Pribadi Karya Hamdani Mulya Leuser menangis dalam isak tak terkira Mendesah karena pohon yang tumbang dan ranting...
PINJAMKAN AKU RINCONGMU Di sini Gelisah mengapung Menyesak...
Oleh Savitri Jumiati Ranting dedaun tak berkutat Senja merah semburat kulihat Tak ada angin yang berisik kudengar Hampir...
Oleh: Faiza Warahmah Ustazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya Ibu… Kau adalah wanita terhebat Setiap sekat...
Nurdin F.Joes: Kepada para perempuan kami kepada ibu kami di tanganmu kami titipkan embun di dadamu kami sematkan...
LENTERAKU Malam meregang nyawa Meminang semburat jingga Sepi bertunang hampa Senada seirama mengusik jiwa Seribu hari...
(Kepada Prof. Safwan Idris) Bunga bangsa itu telah gugur Kala Aceh ditiup badai Yang berkecamuk dalam linangan...
Karya: Putri Ratasya Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Mimpi yang kugantungkan di bintang bintang Segenggam harapan yang telah...