SENDIRI
Oleh Muslailati S.Pd Guru MAN 1 Aceh Tengah Mendengar tidak mesti dengan telinga Tapi bisa dengan hati… Ada...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Muslailati S.Pd Guru MAN 1 Aceh Tengah Mendengar tidak mesti dengan telinga Tapi bisa dengan hati… Ada...
Karya “Zab Bransah” Elegi : Bagi Di Di sekian malam kucatat bulan itu bersabit rindu...
Karya : Shella Amalia Kelas : IX.1 MTsN 2 ABDYA Desiran angin menyentuh diriku Kala rasa rindu mengusik...
REUNI AKBAR Halimah “88” Duhai Allah, Allahu Akbar Sungguh Engkau Maha Besar/ Setelah usai RamadhanMu nan membuat hati...
Savitri Jumiati Denting irama biola Suara violin ditengah malam petaka Atau petikan sitar dalam termabuk rupa Tak akan...
Oleh MOHD ADID AB RAHMAN Berdomisili di Melaka, Malaysia Seperti biasa kau di sisi hanya beberapa detik,...
“Cita-cita itu” Cita-cita itu Memberikan harapan syahdu Mencoba menulis sebait lagu Menyusuri sebuah kisah klasik Menulis cerita yang...
Jonson Effendi MENJARING ASA Entah ke mana kaki melangkah mencari seberkas sinar, cahaya di atas cahaya, cahaya makrifatullah...
TUHAN SENANTIASA MELIHAT KITA Kepada Sri Haer mengenangmu di antara gerimis...