Senin, April 20, 2026

Air Mata Mata Air

Januari 2022
Oleh: Redaksi

Karya Hamdani Mulya

Belum kering air mata

berderai mengenang tsunami

Mata air bah datang menghanyutkan negeri

Menumpahkan secangkir air mata seorang ibu

Menangisi kepergian buah hatinya

bersama mata air mengalir deras itu.

Mata air mengalir deras laksana air mata seorang bapak kehilangan sapi peliharaan, kambing, dan ayam jantannya dihanyutkan banjir

meninggalkan luka di jantungnya.

Banjir itu laksana kiriman surat dari Tuhan

kepada hamba-Nya

agar senantiasa kita rukuk

serta sujud pada-Nya

Surat tak tertulis

Namun terbaca pada tanda-tandanya

Bagi hamba yang punya pikir

selalu merenungi ciptaan Allah Yang Maha Kuasa.

Aceh Utara, 3 Januari 2022

Hamdani Mulya adalah guru SMAN 1 Lhokseumawe. Penulis buku Sajak Secangkir Air Mata tahun 2019.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist