
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
PINJAMKAN AKU RINCONGMUDi sini Gelisah mengapungMenyesak di dadaPerjuanganmu diludahiAmpon..Pinjamkan aku rencongmuAkan kuretas...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Savitri JumiatiRanting dedaun tak berkutatSenja merah semburat kulihatTak ada angin yang berisik kudengarHampir sunyi hujung jejalan menuju pulangTerenyuh aku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Faiza WarahmahUstazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya Ibu...Kau adalah wanita terhebat Setiap sekat kau jadikan tanggung jawabSemua peluh kau buat...
Baca SelengkapnyaDetailsNurdin F.Joes:Kepada para perempuan kamikepada ibu kamidi tanganmu kami titipkan embundi dadamu kami sematkan cintadan di lehermu kami kalungkan bungaAgar,...
Baca SelengkapnyaDetailsLENTERAKUMalam meregang nyawaMeminang semburat jinggaSepi bertunang hampaSenada seirama mengusik jiwa Seribu hari belum berlaluSatu lentera lagi pergi tak kembaliSatu lentera hidupku...
Baca SelengkapnyaDetails(Kepada Prof. Safwan Idris)Bunga bangsa itu telah gugurKala Aceh ditiup badaiYang berkecamuk dalam linangan air mataSafwan Idris guru bangsaTelah gugur...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya: Putri RatasyaSiswa SMAN 1 LhokseumaweMimpi yang kugantungkan di bintang bintangSegenggam harapan yang telah kupajangkan di bulanSekepal tekad yang kurekatkan...
Baca SelengkapnyaDetails(Menyambut Hari Ibu) Karya : Zab BransahHari ini awal perjalanan bunda setiap langkah memaknai...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Ihwal FaizTahun ini tahun Kesedihan,dunia kembali terguncang oleh bahaya dahsyatDihebohkan oleh datangnnya tamu tak diundangganas, kejam, sangat mengerikanTahun ini tahun...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya EnzuharismanIbarat bungakadang berkembang indah, kadang tersungkur layukadang-kadang tersiram oleh hujan angin laluKadang tarbakar tembikar matahari ☀️jika kau hilang, kan kucari...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com