
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Karya: Putri RatasyaSiswa SMAN 1 LhokseumaweMimpi yang kugantungkan di bintang bintangSegenggam harapan yang telah kupajangkan di bulanSekepal tekad yang kurekatkan...
Baca SelengkapnyaDetails(Menyambut Hari Ibu) Karya : Zab BransahHari ini awal perjalanan bunda setiap langkah memaknai...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Ihwal FaizTahun ini tahun Kesedihan,dunia kembali terguncang oleh bahaya dahsyatDihebohkan oleh datangnnya tamu tak diundangganas, kejam, sangat mengerikanTahun ini tahun...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya EnzuharismanIbarat bungakadang berkembang indah, kadang tersungkur layukadang-kadang tersiram oleh hujan angin laluKadang tarbakar tembikar matahari ☀️jika kau hilang, kan kucari...
Baca SelengkapnyaDetailsCUT NYAK MEUTIA WANITA GAGAHDARI SERAMBI MEKKAHKarya Hamdani Mulya Cut Nyak Meutia wanita anggun berhati bajaKala tabuh genderang perang berbunyiEngkau pun...
Baca SelengkapnyaDetails(Khayalis: Syam S) Akan kujadikan api ruang yang tiada batas ini Membakar dan membakar...
Baca SelengkapnyaDetailsSELAMAT BERSARA(Pro: Cikgu Hjh KhairunNiza Abu) Setelah bersara, akhiri langkah juang di gelanggangbarulah terbaca segala jasa pengorbanan yang dinukilkansetetes sinar yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Fajar Di Gerobak Arabicca Coffee, Banda Aceh Kudengar angin, mereka mengadakan agenda Ahhh aku tak lagi percaya didalamnya pasti...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mawardi HasanBerdomisili di Cendana Limpok, Aceh Besar Engkau jalani hidup penuh syaratSiang dalam penatMenanti malam untuk beristirahatMengajar dengan giat dan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Azhari JannahPelajar MTsN 1 Aceh TamiangSetiap tetesan air hujan mengandung kerinduanLantas, terik mentari yang kan tenggelammembawa langkah berpijak diiringi...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com