Untaian Sajak Cut Riska Ramazaniar
Untuk Apa Tuhan Menciptakan Air Mata Cut Riska Ramazaniar Guru SDIT Tahfidz Cendikia, Banda Aceh Jika bersedih dilarang,...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Untuk Apa Tuhan Menciptakan Air Mata Cut Riska Ramazaniar Guru SDIT Tahfidz Cendikia, Banda Aceh Jika bersedih dilarang,...
Oleh: Putri Marlinda Berdomisili di Banda Aceh Kami kerap disapa realita Pasal dusta yang bermahkotakan kasta Lembar-lembar...
Oleh Zulma Amalia Ilmu adalah harta Yang tidak bisa dibeli dengan harga Tanpa ilmu kita sudah terdampar Seperti...
Harmoni Indonesia Karya Asep Perdiansyah Suara merdu terdengar ditelinga Beraneka ragam suku dan budaya Laut indah menyatu...
Merajut Asa Menepis Pilu Jangan pernah pasrah dan jemu Panjatkan doa memohon restu Sinsingkan lengan baju ke...
Oleh Zulkifli Abdy Berdomisili di Banda Aceh Hari ini, 17 Agustus yang ke 77 dari kehidupan berbangsa kita...
Tak seperti bayang-bayang Kadang pergi dan kembali Pergi di kala petang menjaring mentari Mungkin kembali di kala pagi...
Oleh Ria Andelia Dulu, senjata api yang menembak Pedang yang mengiris Suara tangis yang mengalun Bersahutan dengan teriak...
Karya Asep Perdiansyah Senyum warnamu menawan Embun menetes dari dedaunan Cahaya matahari bertahan Bunga mulai bermekaran Kupu-kupu berterbangan...