Sajak-Sajak Tasya Febrianda
Wewangian Hujan Karya:Tasya Febrianda Impresi menguap dia atas tanah Larut bersama wewangian hujan Dibawah rintik rintik nikmat tuhan...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Wewangian Hujan Karya:Tasya Febrianda Impresi menguap dia atas tanah Larut bersama wewangian hujan Dibawah rintik rintik nikmat tuhan...
Oleh Jonson Effendi Panorama senja seluit tepian pantai, sekawanan burung putih pulang ke sarang hinggap di ranting...
Karya:Tasya Febrianda Saat berhenti untuk bersandar Memohon dan berserah Agar diberi sebuah pulang Untuk dapat hidup nyaman Perjuangan...
Jam Dinding Oleh Riessa Siapa aku, sehingga raga harus tergantung seharian, bagai seorang pesakitan sedang menjalanii hukum mati?...
Mustiar Ar : PELABUHAN JETTI Dermaga kecil itu – Jetti Meulaboh Pada gerimis senja Ia menating sekeping harap...
Oleh Zulkifli Abdy Kincir-kincir waktu terus saja berputar Tak pernah berhenti walau pun sebentar Menghela nafas musafir yang...
Oleh Zab Bransah Senja makna kata ketika rindu Angin selat Malaka deburan riak kecil bawa rindu ke seberang...
Jonson Effendi Ibu … Air matamu, lautan paling jernih Dadamu, samudera paling dalam Pikiranmu, langit paling tinggi Jiwamu...
Oleh Alya Amira Asshifa* Langit mendung Suara tetesan air pun terdengar Membuat pikiran dan hatiku menjadi lapang Kedatanganmu...