Seuntai Puisi Tjut Mauriza
Sebelah Mata Kala dulu, Ia pernah menjadi nomer wahid… Entah itu di bangku sekolah, Atau bahkan di...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Sebelah Mata Kala dulu, Ia pernah menjadi nomer wahid… Entah itu di bangku sekolah, Atau bahkan di...
Rindu Dekapanmu Oleh Rovidawati Guru SDIT Hafizh Cendekia, Banda Aceh Ibu… Kamu adalah segalanya bagiku. Kasih sayangmu...
Pintu Selalu Terbuka Oleh: Puti Asharaina K. Tatkala hatiku menjadi keras.. dan tujuan hidupku semakin sempit, Aku menjadikan...
Untuk Apa Tuhan Menciptakan Air Mata Cut Riska Ramazaniar Guru SDIT Tahfidz Cendikia, Banda Aceh Jika bersedih dilarang,...
Oleh: Putri Marlinda Berdomisili di Banda Aceh Kami kerap disapa realita Pasal dusta yang bermahkotakan kasta Lembar-lembar...
Oleh Zulma Amalia Ilmu adalah harta Yang tidak bisa dibeli dengan harga Tanpa ilmu kita sudah terdampar Seperti...
Harmoni Indonesia Karya Asep Perdiansyah Suara merdu terdengar ditelinga Beraneka ragam suku dan budaya Laut indah menyatu...
Merajut Asa Menepis Pilu Jangan pernah pasrah dan jemu Panjatkan doa memohon restu Sinsingkan lengan baju ke...
Oleh Zulkifli Abdy Berdomisili di Banda Aceh Hari ini, 17 Agustus yang ke 77 dari kehidupan berbangsa kita...