Jumat, April 24, 2026

Malaikat Tak Bersayap

Agustus 2022
Oleh: Redaksi

Oleh: Puti Asharaina K.

Samakin kujalani

Semakin kuperani..

Semakin pula aku mengerti..

Luka di sekujur tubuh..

Kian membuatku rapuh..

Terasa kaki kian lumpuh..

Mulut terkunci..

Wajah dihukum untuk berseri..

memberikan senyuman dari hati..

hati yang menangis saban hari …

Duhai Engkau..

malaikat tak bersayap…

bagaimana bisa hatimu begitu tegar…

memberikan kenyamanan..

meskipun diri jadi taruhan..

Duhai Engkau..

malaikat tak bersayap..

begitu luas ladang sabarmu..

sehingga tak siapa menduga,

bahwa kau juga manusia…

Dulu Aku merasa bisa lebih mampu…

Dulu Aku merasa bisa lebih Kuat…

Dulu Aku merasa bisa lebih Hebat…

Tapi itu dulu..

Kini aku juga merasakan menjadimu..

dan Aku tak setegarmu Ibu…

Aku hanya Anai-anai dalam Badai..

Bukan sang malaikat tak bersayap..

yang memberikan nyaman dalam dekap..

Ibu, Semoga Tuhan mengganti Sayap-sayapmu yang patah..

perjuanganmu menjaga setiap amanah..

Sehingga engkau bisa kembali terbang di awan Jannah..

Pemuisi : Gurú di SDIT Tahfizd Cendikia, Banda Aceh

 

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist