BULAN TANPA PURNAMA
Zulkifli Abdy Rembulan.., Tiba-tiba saja aku merasa kehilangan ketika kutahu engkau tak menyapa Ingin rasanya aku memandang Bahkan...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Zulkifli Abdy Rembulan.., Tiba-tiba saja aku merasa kehilangan ketika kutahu engkau tak menyapa Ingin rasanya aku memandang Bahkan...
Sang Penyair Oleh Nesa Arya Mahasiswa Indah bukan suara itu, Yang selalu kudengar di setiap waktu Yang selalu...
Usfa Sri Rezeki Malam begitu pekat terasa amat penat Tak biasa nya… Seakan semuanya makhluk diam Tak...
Oleh Zulkifli Abdy Airmata berlinang di Tamiang Tatkala banjir tiba-tiba datang Hujan turun, air pun menggenang Bagai hendak...
Zulkifli Abdy Ini bukan puisi Hanya sekadar cerita Bencana terjadi di mana-mana kita masih menganggap itu biasa Ada...
LARA Tatkala pagi menepi nadi kehidupan pun nyeri ada yang menangisi kemarin telah terlanjur berdusta pada batin ada...
Oleh Maisara siswa MAN 4, Trienggadeng. Pidie Jaya Roda kehidupan kian menampakkan diri Laksana mentari menyinari jagat...
Mahasiswa Prodi Kimia, FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Munafik Kau sering berkata-kata, tapi semua katamu itu...
– Sajak ke-2 buat Zab Bransah, Kota Langsa, Acheh *Jangan katakan, kau akan bertemu lagi* *dinihari, langit fajar,...