Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
MENCARI RAHMAT-MU Rejab menyinar membawa wadah tanah kerilkil kucangkul jadikan batas takwa membina sebuah impian menyusun wirid berulang tafakur menyebut...
Oleh Tabrani Yunis Kawan, sedang di manakah kita Apakah mungkin kita tlah lupa Suatu ketika negeri kita dilanda duka nestapa...
Oleh Moh. Ghufron Cholid Berdomisili di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura Malam ini, saya bertemu...
Oleh Tabrani Yunis Di masjid-masjid,malam ini Sepi tlah darı tadı menepi Orang-orang mengaji Mengisi relung hati Di bulan Ramadan ini,...
Awal perjalanan kehadiran cinta kasih sayang bunda. Air mata hangat tersenyum dia Dirimu menangis Puja puji bunda bersyukur untuk menyambut...
Oleh Rosli K. Matari Malaysia kuterima musim gugur ini sebagai jiwa, nurani alam, walau sehelai daun, senyap, sepi harus luruh...
Karya Suwarni Mudah kata orang Tapi bagiku tidak Aku merangkak menitinya Penuh tetesan keringat dan air mata Kutiti jalan setapak...
Oleh Rosli K Matari dalam angin, kudengar musim luruh membisik kata-kata, bergetar rawan dan luluh "hidup ini, sekadar masyrik matahari...
Israeled kau teguk kopimu jangan sentuh kopiku tangan kau kotor, seperti israeled cawanku bukan cawanmu nantiku muntah dalam cawanmu biar...
Sebelum Haul Kiai Tidjani Rindu itu bertamu lagi Betapa rimbun pohon ketabahanmu, Kiai Segala kau maknai sebagai cinta Yang mesti...
© 2026 potretonline.com