Selasa, April 21, 2026

Puisi-Puisi Religi Abdul Aziz Ali

Maret 2024
Oleh: Redaksi

MENCARI RAHMAT-MU

Rejab menyinar

membawa wadah

tanah kerilkil kucangkul

jadikan batas takwa

membina sebuah impian

menyusun wirid berulang

tafakur menyebut nama-Mu

Syaaban namamu kusebut

setiap tangan ditadah

kutabur benih di batas takwa

mencari sebuah hakikat

di sebalik menanti benih tumbuh

membesar berpucuk lalu berbunga

putiknya berteduh di bawah rahmat-Mu

Ramadan menyerlah senyum

batas takwa berbuah ranum

menyusun dari hari ke hari

tanpa peduli lapar dahaga

menunggu gugurnya buah di batas takwa

mengumpul segalanya

menuju rahmat-Mu selama

Abdul aziz ali

Ipoh Perak

13.2.2024

 

SATU IMPIAN SATU HARAPAN

Hanya satu impian

satu cita-cita abadi

mengasah sebuah harapan

mengasuh anak-anak bangsa

moga celek membilang huruf

Itulah tekad terpahat di jiwa

tanpa mengira bangsa

tidak mengenal lelah tenaga

kerana cinta kepada anak-anak nusa

Ada yang meneroka bukit berselut

mengayuh perahu melawan arus

meninggal keluarga tidak terurus

merentas jalan berduri

demi mencapai hajat sejati

ilmu bukan untuk sendiri

untuk anak bangsa warga sejati

Itulah guru

itulah cikgu

itulah tecer

itulah pengajar

itulah ibu

itulah bapa

itulah pengasuh

demi kita semua

mereka tidak pernah menyesal

mencurah ilmu

agar anaknya menjadi orang berilmu

tidak buta merentasi dunia

biar celek membina kehidupan

Abdul aziz ali

Ipoh Perak

18.2.2024

 

MERAGUT HUJAN DI LANGIT

Tiada benteng menghalang hasrat

dengan tekad dan semangat

menyampai ilmu dengan cermat

dari mula tiada tamat

Bukan minta simpati

tidak minta disanjungi

tidak juga minta dipuji

ilmu dicurah hanya bakti

Masih nyata pesan ibu

curahlah bakti jangan jemu

biar mereka berilmu

menjalani kehidupan tanpa malu

Sampaikan ilmu bagaikan ibadat

satuni mereka setiap saat

agar hidup dalam berkat

di dunia dan di akhirat

Abdul aziz ali

Ipoh Perak

18.2.2024

 

Kopi, Ramadhan dan Gaza

pahit kopi tidak sengsara gaza

lapar ramadhan tidak selapar gaza

nafsu zionis menggila di setiap ramadhan

perit sebuah nakhoda

dilambung dentuman bom

runtuhan demi runtuhan

terkorban jasad demi jasad

hari demi hari

berulang

gaza tetap teguh

menunggu secawan doa dimakbul

Abdul aziz ali

Ipoh perak

23.3.2024

 

Bubur Ramadan

Rasa sesudu wanginya di mangkuk selesa

kembang ulas- ulas beras di perdu hati

biji tasbih berulang membilang nama- Nya

mendidih periuk di tungku

daun pandan diikat rapi

daun kari ditabur bersemandi minyak- minyak impian

bergalang senduk menyantun akrab

seraut pahala direbut lemak bubur dirasa bersama

masa dulu pinggan berganti juadah

ramadan bersopan menyimbah berkat

mengejar lailatul qadar

siang sesama malam

menyambut pemberian-Mu

Abdul Aziz ali

Ipoh perak

27.3.2024

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist