Mungkin Terlalu Cepat Lupa

Maret 2024
Oleh: Redaksi

Oleh Tabrani Yunis

Kawan, sedang di manakah kita

Apakah mungkin kita tlah lupa

Suatu ketika negeri kita dilanda duka nestapa

Dihantam sengketa angkara murka

bumi bagai terbelah mengurai sengketa

Tak ada yang mampu berbicara

Kala salak senjata meronta-ronta

Kita hanya bisa menatap luka

dengan mulut terbata

Meratapi tubuh-tubuh tersayat luka

Yang  tersibak ruak menganga

dan darah pun mengalir dengan air mata

Tak ada nan bisa membela kita

Kecuali takdir yang Maha Kuasa

Kawan, masihkah ada linang air mata

Yang mengalir dari pedih dan nyerinya derita

Apakah mungkin kita tlah kehilangan rasa

Hingga hilang nurani kita sebagai manusia

Tega menghempas selaksa beban derita

Kala mereka didera cambuk aniaya

Setelah berjuang membelah samudra

Di manakah rasa iba kita sebagai manusia

Kawan, begitu cepatlah kita lupa

Seperti kacang nan lupa kulit usai dibuka

Memupuskan segala rasa iba

Hingga tergerus segala goresan luka

Kala sengsara kita tlah mereda

Sementara hidup bukanlah segalanya

Karena hidup seperti roda

Sekali menghentak bumi, sekali menukik ke udara

Dahulu kita, kini mereka

Mungkin nanti juga kembali pada kita

Kini mereka tergores luka

Mungkin kelak luka kita pun akan menganga pula

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist