Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: Rizal Tanjung Kami orang Papua,hitam kulit, keriting rambut,berjalan di atas tanah emas,berdiri tegak dalam merah putih,menyanyikan lagu kebangsaandengan suara...
Oleh: Siti Hajar Hari ini, Aceh menyambut pemimpinnya yang baruKami, rakyat kecil, tak datang membawa bunga, tak menyusun pidato megahHanya...
Oleh Alkhair Aljohore Laut membiru, namun kelabu,Menjadi saksi bisu tragedi tolol,Zahid berujar, "Hentikan derita,"Tetapi aliran darah tak ingin berhenti,Antara dua...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah) Seorang perempuan muda menjadi salah satu kontributor untuk suatu komisi...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah) Seorang perempuan muda menjadi salah satu kontributor untuk suatu komisi...
PENCARIAN HIDUP hidup ini adalah suatu pencarian pencarian untuk hidup dan kelangsungan kehidupan hidup ini yang...
Oleh Gunawan Trihantoro Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah Di tengah arus globalisasi yang deras, menanamkan nasionalisme pada Gen-Z...
Sampai sejauh ini kau akhirnya datang dan bertanya Maka akan kujelaskan dengan cara sederhana; Aku tidak bercerita lagi Karna jiwa...
Oleh Gunawan Trihantoro Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tangah Kartini menjadi salah satu sosok penting dalam emansipasi wanita di...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah) *** Cut Meutia tengah berduka. Suaminya, Pang Nanggroe , tewas...
© 2026 potretonline.com