Ironi di Tanjung Rhu

Februari 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Alkhair Aljohore

Laut membiru, namun kelabu,
Menjadi saksi bisu tragedi tolol,
Zahid berujar, “Hentikan derita,”
Tetapi aliran darah tak ingin berhenti,
Antara dua negara, persahabatan pincang,
PATI gelisah, mengharap keajaiban,
Satu peluru, merobek jiwa,
Dua nasib, kabut menonton,
Di satu sisi, pagar mengepung,
Di sisi lain, suara merintih,
Ironi terhampar di negeri subur,
Bukan sekadar cerita, tapi kenangan kelam,
Apa ikhlas di balik tirai laut?

Inversi pagar laut di Tanggerang

Ketika pantai nganga,
Sumber pencarian terbentang,
Semua orang menunggu pendamaian,
Tetapi pagar laut menjerat,
Dokumen palsu jadi petaka,
Bukan laut penghalang, tapi manusia,
dan janji-janjinya pun hilang,
Persahabatan terancam, nyawa melayang

Alkhair Aljohore@
Malaysia
7.2.25

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist