POTRET Budaya

Elegi Perut Bumi

Maret 2022
Oleh: Redaksi

Oleh Tabrani Yunis

Ketika hutan tak lebat lagi

dikeruk nafsu birahi

hujan turun tak ingin berhenti

Bencana  pun datang silih berganti

Banjir bandang bukan lagi misteri

Perut bumi bergetar nyeri

Bukit dan gunung luruh ditelan likuifaksi

digulung nyeri petaka ekologi

Puluhan ribu, bahkan jutaan manusia dievakuasi

Hilang segala materi yang dicari

Bahkan mati

Ketika rimba raya dibunuh mati

Kayu-kayu penyejuk bumi ludes digergaji

Humus-humus  kering kehilangan energi

Dan hujan turun pun terus dihakimi

Mencurah terlalu tinggi

Hutan dan rimba anugerah ilahi

Tak dijaga dengan lestari

Manusia  semakin lupa diri

Tak henti mengeksploitasi dan memutilasi

Rimba raya pun kini berganti

Belantara  hijau mengering mati

Raja rimba, penghuni belantara harus mengungsi dan dieksekusi

Manusia-manusia serakah dengan materi

Bukan sekadar sesuap nasi

Memperkaya diri sendiri dan tujuh generasi

Padahal tak ada yang abadi

Semua kembali pada ilahi

Jangan hujan dihakimi lagi

Bencana datang bukan ambisi sendiri

Semua karena ulah manusia -manusia keji

Menghancurkan titipan ilahi rabbi

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir