Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: Rizal Tanjung Kami orang Papua,hitam kulit, keriting rambut,berjalan di atas tanah emas,berdiri tegak dalam merah putih,menyanyikan lagu kebangsaandengan suara...
Oleh Alkhair Aljohore Laut membiru, namun kelabu,Menjadi saksi bisu tragedi tolol,Zahid berujar, "Hentikan derita,"Tetapi aliran darah tak ingin berhenti,Antara dua...