Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Reza Fahlevi Mengejar harapanBersama lantunan doaAku terempas ke dasar jurangHampir putus asaKarna salah dalam menanamkan persepsi hati Membisikkan sajak-sajakSebagai...
Buka Puasa Pertama Buka puasa pertamaBersama pelengkap tulang rusukCinta yang membentuk khusyuk Tangan yang begitu cekatanMenyajikan hidangan sepuncak nikmatSepuncak khidmat...
Kapan negeri ini pernah terang?Kapan garuda ini dapat terbang?Semakin hari semakin gelapRakyatnya hanya bisa meratapNegeriku dihancurkan tikus-tikus biadapLaut dijadikan hak...
Puisi Anto Narasoma cucuku,sudah nenek pintal karakter kehidupan yang mewarnai lukisan kau dan aku begitu luas kanvas inisetelah benang-benang putih...