TENTANG TANAH AIRKU, INDONESIA
Oleh Gimien Artekjursi di tanah air initak ada lagi yang merdekasemua telah dijajah dan menjajah dirinyamerdeka hanya mimpi...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Gimien Artekjursi di tanah air initak ada lagi yang merdekasemua telah dijajah dan menjajah dirinyamerdeka hanya mimpi...
Rintih Aku pulang pada-Mu, ya Rabbi,Tapi, bukan sebagai hamba yang suci,Melainkan debu hina nan pekat.Aku terlalu rendah dari...
Oleh Reza Fahlevi Setelah kau pergi jauhSemua yang tertinggal hanyalah kenanganDan aku terpurukAku terbenamKarena kenangan bersamamu menghadirkan sejuta...
Puisi/lagu Ramadan 26: JIKA DATANG MUSIBAH jika datang musibah itu ujian dari Allah sejauh mana...
Mustiar Ar : ACEH Di garis wajahmuKubaca pesanYang luruh di jiwa. Liuk tubuhmu, yang lembutAdalah misteri, yang tak...
puisi Marlin Dinamikanto namaku el_Sayemperempuan asli Gunungkiduldulunya sering dipanggil Iyemkembang desa Gua Pindul dusun Gelaran Satu tempat lahirkuberjuang...
Oleh Sindi HazirahKembali Dekap aku dengan hangatmu lagiCeritakan hal-hal lucu setiap hariTertawa, menangis, bersama dirimu aku merasa disayangiKembaliKatakan...
Lihatlah di wajahnya Tatap sebaik mungkin Tatap sampai kau menyadari satu hal Satu hal tentang… Hilangnya cahaya dari...
Honorarium Jiwa Nukilan: M. Perindu Seni Sekeping hati suci Hargai sekalung budi Mentafsir fikir muhasabah diri Mendidik erti...