Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana
Oleh : Ririe Aiko (Berdasarkan kisah nyata Supandi, seorang guru honorer di Sukabumi yang hanya digaji Rp192.000 per...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh : Ririe Aiko (Berdasarkan kisah nyata Supandi, seorang guru honorer di Sukabumi yang hanya digaji Rp192.000 per...
Kenapa kita harus bertemu? Aku seperti terjebak di dalam ruang lingkup keberadaanmu Tapi lucunya aku malah menyukainya Dan...
Kapan negeri ini pernah terang?Kapan garuda ini dapat terbang?Semakin hari semakin gelapRakyatnya hanya bisa meratapNegeriku dihancurkan tikus-tikus biadapLaut...
Kita harus taat aturan Kita harus taat hukum Kita harus taat atasan Kita harus taat lalu lintas Kita...
Oleh Tabrani Yunis Katamu Negeri ini tanah surga Hasil bumi melimpah ruah Negeri makmur dan kaya raya Menyimpan emas,nikel...
Oleh : Ririe Aiko Di negeri yang kaya raya,Rakyatnya milih kabur entah kemana.Bukan karena tidak cinta,Tapi karena sadar,Cinta...
Puisi Anto Narasoma cucuku,sudah nenek pintal karakter kehidupan yang mewarnai lukisan kau dan aku begitu luas kanvas inisetelah...
Oleh: Rizal Tanjung Kami orang Papua,hitam kulit, keriting rambut,berjalan di atas tanah emas,berdiri tegak dalam merah putih,menyanyikan lagu...
Oleh: Siti Hajar Hari ini, Aceh menyambut pemimpinnya yang baruKami, rakyat kecil, tak datang membawa bunga, tak menyusun...